Residivis Pembunuhan Kembali ke Meja Hijau

Palembang – Seorang residivis kasus pembunuhan kembali harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) kelas 1A Palembang, Senin (10/4). Kali ini terdakwa Usman alias Kilek (43) warga Jalan Kapten Rabani, Kecamatan Rambutan, disidang dengan kasus berbeda yakni kepemilikan shabu seberat 3,625 gram.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi tersebut menghadirkan tiga orang anggota Res Polda Sumsel yakni Dedi, Deni dan Dwi. Ketiganya menceritakan, Usman ditangkap di kediamannya, 11 Januari 2017 sekitar pukul 19.30, yang bermula dari laporan warga.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih kurang satu minggu dan melakukan penangkapan di rumah Usman yang baru selesai menghisap shabu. Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan alat hisap dan shabu seberat 3,625 gram.

Sementara itu, terdakwa yang sehari-hari bekerja sebagai tukang kebun itu mengatakan, dirinya memakai barang haram tersebut agar tidak merasa loyo saat bekerja. “Barang itu cuma dititipkan ke saya untuk dikonsumsi sendiri bukan untuk dijual,” kilah buruh yang pernah delapan tahun merasan kurungan penjara ini.

Lanjutnya, shabu tersebut didapat dari seseorang bernama G (DPO), seharga empat juta rupiah. “Perjanjiannya setelah barang itu habis baru saya bayar. Tapi bukan untuk dijual dan saya juga belum membayarnya,” tuturnya.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) dan pasal 117 ayat (1) huruf a UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 11 April 2017 dengan agenda pembacaan tuntutan. (korankito.com/rgen/fran)