Cegah Kriminalitas Ala Band TABU

Tiga personel Band TABU.foto/wahyu

Palembang-Keprihatinan atas makin maraknya aksi kejahatan di Kota Palembang diteriakan salah satu band brutal death metal yakni TABU lewat lima lagu brutal mereka yang baru dirilis dalam mini album sederhana. Lagu berisi tentang keresahan atas ulah para perilaku kriminal.

Grup Band TABU yang terbentuk sejak tahun 2013 dengan personel Tomi (vocal growl), Kardo (gitar), dan firman (drum) ini berhasil merilis mini album bertajuk “SIMULASIMATI.”

Kian gencarnya semangat kawula muda Palembang dalam mengekspresikan ide kreatifnya dalam dunia bermusik, membuat dunia musik Sumatera Selatan termasuk Kota Palembang semakin diakui kota-kota lain di negeri ini.

Sebelumnya band street punk TRENDY REJECT asal Palembang berhasil melakukan tur Sumatera, disusul band hardcore punk ‘MANEKIN’ yang juga melakukan tur ke Malaysia, Batam, dan sejumlah wilayah Sumatera lainnya. Mereka mempromosikan album dan musik para musisi-musisi muda Palembang yang menyuarakan kekisruhan politik dan sosial di dalam lirik lagunya.

Belum lama ini pun, band lokal bergenre metal bernama TABU merilis mini album mereka yang bertajuk “SIMULASIMATI.” Dalam album ini berisi lima lagu yang semuanya merupakan ungkapan kekesalan terhadap tindakan kejahatan yang ada di Kota Palembang.

Dua dari lagu grup Band Tabu ini bisa didengar di http://www.reverbnation.com/tabugrind. Kedua lagu itu lagu bertajuk “Budidaya Radikalis” yang mengharapkan pertikaian rakyat yang selalu mengatasnamakan agama dihentikan. Lagu lainnya berjudul, “Tebas”, menceritakan tentang kekejaman para pelaku begal.

Salah satu pendengar album ini, Dedi Pranata menuturkan, lirik TABU adalah terobosan baru bagi band beraliran metal yang kebanyakan menyuarakan hal-hal berbau politik dan berbau kelam. Semenatar Band TABU semua lirik yang disampaikan adalah keluhan masyarakat yang benar-benar nyata dan pernah dialami oleh sebagian warga.

“Meski musik mereka terbilang brutal akan tetapi pendengar mampu memahami apa yang mereka sampaikan dengan lirik-lirik yang lantang dan mudah dipahami,” ujar Deni.

Band TABU sendiri memang mengusung tema kriminal dalam musik mereka. Bahkan band cadas ini sudah beberapa kali manggung di beberapa daerah dan di luar Sumsel.

Tomi, salah satu personel TABU, menjelaskan, bahwa konsep yang mereka buat merupakan hal-hal buruk yang tanpa diketahui berada di sekitar. Diakuinya, TABU ingin mengkampanyekan agar para oknum pencabulan atau kejahatan menghentikan perbuatan mereka.

“Kami prihatin dengan kondisi masa depan anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual oleh para oknum. Untuk itulah kami mewakili dan memperingatkan masyarakat lewat lagu bernada brutal agar masyarakat dapat menghilangkan sifat yang dapat merusak masa depan anak bangsa,” pungkasnya.korankito.com/krdo/drsd