Pemkab PALI Rawat Bocah Gizi Buruk

Bocah penderita TBC dan gizi buruk mendapat perawatan medis dari Dinkes PALI.foto/imam

PALI-Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menemukan penderita Tuberkulosis(TBC), Revi Mariska (14) putri dari Dartin (56), warga Desa Betung Utara, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI.

Revi Mariska bocah malang ini terbaring lemah di rumahnya sejak tahun 2013 dengan kondisi sangat memprihatinkan. Hasil diagnosa dokter, bocah ini menderita Tuberkulosis (TBC) paru dan gizi buruk. Revi pun harus terbaring lemah selama lebih dari empat tahun.

Kasus Revi yang terbaring sakit terungkap dari laporan warga ketika rombongan Dinsos membagikan bantuan kepada warga lanjut usia (Lansia) di desa tersebut, Kamis (6/4).

Kepala Dinas Sosial langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) PALI agar Revi mendapat bantuan dan dibawa ke RSUD Talang Ubi.

“Saat kami sedang membagikan bantuan ke warga lansia, kami mendapat laporan warga tentang Revi. Kepala desa setempat mengajak kami ke kediaman Revi. Kami langsung koordinasi dengan Dinkes, alhamdulillah langsung direspon dan dibawa ke RSUD Talang Ubi,” ujar Sumarwan, Kadinsos PALI, Jumat (7/4).

Sementara itu, Kadinkes PALI Lydwirawan mengatakan, pihaknya begitu mendapat informasi dari Kadinsos langsung mendatangi kediaman Revi.

Dikatakannya keadaan Revi rupanya sudah lama terjadi sejak tahun 2013. Menurut penuturan orangtuanya, Revi pernah berobat di RSMH Palembang. Namun, karena akibat kurangnya biaya, akhirnya keluarga Revi membawa pulang paksa dari RSMH Palembang.

“Kami langsung perintahkan pihak Puskesmas Abab untuk cek ke lokasi, dan langsung dibawa ke RSUD Talang Ubi. Benar Revi menderita TB Paru dan gizi buruk,” jelas Kadinkes.

Ditambahkan Lydwirawan, Dinkes akan memfasilitasi pengobatan Revi. “Revi akan dirujuk ke RSUD HM Rabain Muaraenim setelah keluar hasil laboratorium di RSUD Talang Ubi. Untuk keluarga pasien, kami telah sediakan rumah singgah di Muaraenim,” ucapnya

Sementara itu, Dartin, orangtua Revi, menceritakan, Revi pernah dirawat di RSMH Palembang selama 23 hari pada tahun 2013 silam. Namun karena kurangnya biaya, akhirnya Revi dibawa pulang.

“Awalnya anak kami normal. Cuma keluhan awal Revi sakit tenggorokan, namun tambah parah, akhirnya kami bawa ke RSMH Palembang.Tapi biaya kami habis saat itu, maka kami putuskan untuk pulang. Setelah kepulangan dari RSMH Palembang. Revi hanya diobati seadanya di kampung,” jelas Mariska.korankito.com/imam/drsd