Dua Komplotan Bobol Rumah Kosong Diringkus Polisi

Palembang – Dua tersangka pembobol rumah kosong yakni Hendra (42) dan Sarbani Lubis (48), ditangkap Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang, Rabu (5/4) sekitar pukul 03.00. Keduanya ditangkap saat sedang berada di rumahnya masing-masing.

Sarbani di Jalan Kopral Urif, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Palju Palembang. Sedangkan Hendra, di Jalan Demi Rangku, Lorong Keramat, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang.

Mencoba melawan dan hendak kabur dari sergapan petugas kepolisian, Hendra harus merasakan sebutir timah panas unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang di kaki sebelah kirinya.

Berdasarkan data dihimpun, kawanan pelaku sudah beberapa kali melancarkan aksinya. Diantaranya, beraksi di rumah kosong yang berasal di Jalan Komplek Bougenville Residence, Kecamatan Sematang Borang.

Sebelum masuk, pelaku terlebih dahulu merusak gembok trali dan merusak pintu yang berada di samping rumah korban. Lalu, pelaku mengambil barang berharga, yang kerugian mencapai Rp 20 juta.

Kemudian, barang hasil curian itu, langsung di jual pelaku kepada Hepi (43) warga Jalan Siaran, Kelurahan Lebong Gajah, Kecamatan Sako Palembang yang juga berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono menjelaskan, tertangkapnya pelaku berawal adanya laporan korban yang mengatakan rumahnya sudah dibobol maling.

Menindaklanjuti laporan tersebut, unit Pidum Satreskrim​ Porlesta Palembang melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan ketiga tersangka yang merupakan komplotan tersebut.

“Memang, kedua pelaku ini sudah lama kita cari. Nah, pas keberadaannya diketahui, kita langsung melakukan upaya penangkapan,” kata Wahyu saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolresta Palembang, Jum’at (7/4) sore.

Lanjut Mantan Wadir Narkoba Polda Metro Jaya ini, komplotan pelaku memang sudah sangat meresahkan warga Kota Palembang. Sedikitnya, sudah ada empat laporan yang pihaknya terima.

“Masih akan kita kembangkan, kemungkian masih ada tempat kejadian perkara (TKP) lainnya,” tambah Wahyu.

Dari tangan pelaku, pihaknya mengamankan 1 unit televisi merek Samsung 54 inch, satu sharp 32 inch, satu LG 32 inchi, satu perangkat Home Teather Polytron, satu Laptop warna putih, 1 unit TV Sharp 48 Inc.

Dan, televisi Panasonic, satu home teather Simba, satu set DVD Polytron, satu unit sepeda motor Honda Supra Fit nopol BG 5090 AAC dan satu unit mobil mobil Agya BG 1775 IE, yang digunakan pelaku saat bersaksi.

“Keduanya akan dikenakan pasal 364 KUHP dengan ancaman kurang ditata lima tahun penjara,” kata bapak berpangkat melati tiga ini.

Sementara itu, tersangka Sarbani mengaku sudah membobol rumah korban. Menurutnya, ia nekat melakukan hal tersebut lantaran tidak mempunyai uang dan tidak memiliki pekerjaan yang layak.

“Kami pura-pura bertamu, lalu setelah dibuatkan pintu kami langsung masuk, dan mengambil barang-barang berharganya. Uangnya sudah habis, untuk makan dan kebutuhan​ hidup sehari-hari,” tutupnya. (korankito.com/depe/fran)