Kasus Pelecehan Anak di Muba Tinggi

Muba – Berdasakan data dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Musi Banyuasin , terhitung dari bulan Januari sampai awal Febuari 2017, sebanyak 14 pengaduan kasus anak yang masuk ke KPAD Kabupaten Musi Banyuasin. Mulai dari kasus pelecehan terhadap anak, kekerasan terhadap anak, kasus korban narkoba dimana kasus pelecehan terhadap anak menduduki peringkat pertama.

“Jelas ini sangat mengkhawatirkan,”ungkap Sekertaris KPAD Kabupaten Muba, Sumadi, didampingi Komisioner Pengaduan KPAD Muba Darussalam saat diwawancarai diruangannya, Kamis( 6/4).

Sumadi menjelaskan anak menjadi harapan dan tumpuan masa depan. Bahkan indikator sebuah bangsa yang besar dan maju, dilihat dari kondisi anak-anaknya. Karena itu anak-anak harus dilindungi.

“Anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, serta mendapatkan perlindungan dari negaranya,”katanya.

Terkait masih banyaknya kekerasan yang terjadi pada anak, dikarenakan kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh orang tua dan kurangnya sosialisasi dari pemerintah. Sehingga rentan terjadi kasus kekerasan terhadap anak ini.

Senada disampaikan Komisioner KPAD Muba Darussalam mengatakan KPAD Muba memiliki keterbatasan anggaran dan relawan. Sehingga tugas dan fungsi KPAD ini belum dapat berjalan secara optimal. Sehingga tidak semua kasus yang menimpa anak dilapangan dapat terawasi dengan baik.

Jadi dibutuhkan kerjasama yang baik dengan instansi terkait dan juga peran serta masyarakat. Mengingat saat ini pengaduan yang masuk hanya sebatas laporan dari masyarakat dan pihaknya melakukan jemput bola.

“Padahal perlindungan anak adalah tugas seluruh masyarakat,” ujar Darussalam.

Dikarenakan banyaknya pengaduan yang masuk kepihaknya mengenai kasus kekerasan terhadap anak ini, mengimbau kepada masyarakat dan Pemkab Muba agar dapat memberikan perhatian khusus serta partisipasi terhadap perlindungan anak. Agar jangan sampai anak-anak di Muba menjadi korban kekerasan baik pelecehan seksual, narkoba dan kasus lainya.

“KPAD Muba sendiri telah menyatakan kesiapannya dalam memerangi kasus kekerasan terhadap anak ini,” tukasnya (korankito.com/heri/amel)