Ditipu Rekan Kerja, Lifran Rugi Ratusan Juta

Palembang – Nasib sial dialami Lifran (52), pria yang kesehariannya bekerja disalah satu bank daerah ini harus kehilangan uang Rp112 juta, usai ditipu oleh temannya sendiri.

Atas kejadian tersebut, korban pun akhirnya melaporkan temannya berinisial SB (50) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Kamis (6/4) sekitar pukul 09.00.

Dihadapan petugas korban pun menuturkan kejadian itu berlangsung pada tahun 2015 silam. Awalnya, Lifran menemui terlapor untuk ditemani menjaminkan BPKB satu unit mobil Nissan March, senilai Rp87 juta miliknya.

“Saya mengajaknya, karena dia kenal dengan pegawai leasing tersebut. Saya juga diminta untuk membawa beberapa persyaratan agar cepat diproses,” tuturnya dihadapan petugas.

Namun, saat pencarian mobil Nissan nopol BG 1993 DV tersebut, dirinya hanya menerima uang sebesar Rp30 juta. Sedangkan, sisanya sudah terlebih dahulu diambil oleh terlapor.

Ironisnya, warga Jalan Pinus, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan SU I Palembang ini, harus membayar cicilan mobil tersebut sebesar Rp3,1 juta setiap bulannya. Hingga kini, Lifran sudah membayar angsuran sebanyak 21 kali.

“Saya cuma diberikan uang Rp30 juta dari hasilnya menjaminkan mobil itu dan juga terus membayar cicilan, karena akan ditarik kalau tidak dibayar. Padahal, uang jaminan itu tidak sepenuhnya saya terima,” terangnya.

Kuasa Hukum korban, Suwito Winoto mengatakan selain terlapor SB, kliennya juga melaporkan petugas leasing berinisial FA yang diduga sudah melakukan persekongkolan dalam pencairan uang tersebut.

“Dua orang yang kita laporkan, teman korban dan salah satu pihak leasing. Klien kami mengalami kerugian sekitar Rp112 juta. Saya, berharap petugas kepolisian melakukan penangkapan terhadap pelaku,” ujar Wito.

Sementara​ itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban dan akan segera dilakukan penyelidikan oleh anggotanya dilapangan.

“Pastinya, laporan korban sudah kita terima dan kita masih harus memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti-bukti. Kalau semuanya sudah lengkap, sudah pasti akan kita lakukan penangkapan,” tutupnya. (korankito.com/depe/amel)