Bisa Dipercaya

Ditipu, Korban Arisan ‘Online’ Lapor Polisi

Salah seorang korban arisan online saat melapor ke Polresta Palembang.foto/deny

Palembang-Arisan berbasis online serta investasi bodong kembali memakan korban. Kali ini, ratusan ibu-ibu muda menjadi korban arisan tersebut.

Tiga perwakilan korban penipuan arisan online, Rere (27), Yessi (34) serta Ita Mayasari (26) mendatangi Polresta Palembang, Kamis (6/4) sore, untuk melaporkan FT (30) yang merupakan bandar arisan tersebut.

Di hadapan petugas, Rere mengatakan, kejadiannya berawal saat ia berkenalan dengan terlapor di jejaring sosial Facebook dan FT mengajak kerjasama dalam bidang investasi.

Terlapor juga berkata kalau investasi uang sebesar Rp500 ribu dalam kurun waktu dua bulan akan dibayar sebesar Rp1,5 juta dan apabila mengikuti lima nomor akan diberi bonus berupa satu gram emas logam mulia

Percaya dengan ucapan terlapor, Rere pun mengikuti lima nomor sekaligus dengan keuntungan yang akan didapatkan sebesar Rp4,4 juta. Saat tiba gilirannya menarik uang, FT tak kunjung membayar uangnya.

Korban pun akhirnya mencari informasi​ tentang terlapor. Ternyata, anggota member yang juga ikut arisan FT belum dibayar juga. Bahkan, terlapor juga sudah menipu member lainnya.

“Karena tidak ada kejelasan, saya menjadi curiga. Dan, setelah dicek ternyata member lain juga tertipu juga sama seperti saya,” ucap Rere.

Ia menambahkan, ada sekitar ratusan orang menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh terlapor.  “Total korban ini ada sekitar 100-an lebih, dengan total kerugian sekitar Rp800 juta. Ini perwakilan saja kami datang yang lain sudah pada buat surat kuasa,” tambahnya.

Hal yang sama juga dialami oleh Yessi yang tinggal di Jalan Musi Raya Barat, Kecamatan Semarang Borang, Palembang. Menurutnya, ia sudah mengikuti arisan yang dibuka oleh FT sejak satu tahun yang lalu.

Namun dirinya curiga beberapa bulan terakhir karena ada member mengeluh tak diberi uang saat waktunya dapat.”Saya ikut yang dapat Rp 10 juta dan dapat nomor 28 dari 50 orang. Namun setelah nomor 27 macet,” tuturnya.

Dirinya pun sempat mendatangi rumah terlapor dan terlapor meminta waktu untuk membayar uang tersebut. Namun hingga batas waktu habis tak kunjung dibayar.

“Terakhir saya ketemu dia, Jumat lalu. Tetapi, sekarang sudah kosong dan tak ada lagi orangnya. Kabarnya, dia pergi ke Jakarta bersama kakak perempuannya yang juga diduga membuka arisan bodong,” imbuhnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengatakan, telah menerima laporan tersebut. “Sudah kita terima laporannya dan akan segera ditindaklanjuti,” ungkap dia.korankito.com/depe/drsd