DPO Perampok Tauke Karet Tewas di Dor

Musirawas – Hendri alias Dohen harus meregang nyawa saat diamankan Tim Buser Musirawas di Jalan Lintas Curup – Kepahyang Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, Rabu (5/4). Tersangka merupakan satu dari delapan tersangka perampok tiga tauke karet di SP VI Desa Bumi Makmur, Kecamatan Muara Lakitan  yang menyebabkan dua korban meninggal dunia.

Kapolres Mura AKBP Hari Brata, didampingi Kasatreskrim, AKP Satria Dwi Darma menerangkan ‎jika tersangka menjadi target Tim Buser Mapolres Mura. Karena telah melakukan aksi perampokan sadis yang menyebabkan Ediyus dan Patri Husen meninggal dunia.

“Tersangka ini sudah satu bulan jadi buronan tim kita,” ujarnya.

Hari mengungkapkan penangkapan warga Desa Jajaran Baru, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musirawas (Mura) ini bermula saat timnya mendapatkan informasi kalau tersangka (Dohen-red) akan berangkat menuju Provinsi Bengkulu menggunakan travel untuk melarikan diri.

Kemudian petugas yang sudah siap langsung membuntuti travel tersebut. Sesampainya di Lampu Merah Jalan Lintas Curup – Kepahyang Kabupaten Rejang Lebong petugas langsung turun dan menuju  travel yang ditumpangi tersangka sembari meminta untuk turun dan menyerahkan diri.

Namun bukannya menyerah secara baik-baik, tersangka malah melawan dan  mengeluarkan tembakan dari dalam mobil travel kearah petugas, sembari mencoba melarikan diri. Tak mau kecolongan petugas terpaksa ‎mengambil langkah tegas dengan melumpuhkan tersangka dengan timah panas.

Usai dilumpuhkan, tersangka langsung dibawa ke Rumah Sakit terdekat. Namun sayang nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal oleh dokter RS.

Dari hasil penangkapan itu, petugas juga berhasil menyita barang bukti dari tangan tersangka yakni‎, satu pucuk senpira jenis pistol, satu butir selongsong peluru kaliber 9 mm, dan dua butir peluru aktif kaliber 9 mm‎.

Hari menjelaskan aksi tersangka bersama gerombolannya ini berawal dari tiga tauke karet masing-masing Pahendra, Patri Husein dan  Ediyus yang berangkat dari Gudang Karet Remko di Kertapati Palembang menuju Ds. Bumi Makmur melalui jalan Pendopo Kabupaten PALI menggunakan mobil truk.

Saat tiba dilokasi kejadian mobil truk yang dikemudikan Pahendra tidak bisa melintas dikarenakan terhalang Mobil Toyota Avanza berwarna putih yang berada ditengah jalan. Pahendra yang tidak menaruh curiga kemudian turun untuk bertanya kepada pengemudi mobil Avanza tersebut.

“Saat korban turun dari mobilnya, lima orang rekan pelaku dengan menggunakan penutup muka (sebo) langsung keluar dari dalam mobil. Dan menodongkan senjata api rakitan (Senpira) sembari menyuruh Ediyus dan Patri Husen turun dari mobil. Sementara salah satu pelaku langsung memeriksa badan keduanya sembari bertanya keberadaan uang yang mereka bawa,” ungkapnya.

Setelah uang didapat, para pelaku langsung membawa Ediyus, Patri Husen, dan Pahendra  menaiki mobil Avanza dengan terlebih dahulu mengikat ketiga korban dengan tali. “Satu jam dalam perjalanan, mereka diturunkan di pinggir sungai kemudian ditembak sembari didorong ke sungai. Namun Pahendra berhasil menyelamatkan diri karena tembakan pelaku hanya mengenai kulit kepalanya,” beber Hari.

Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka juga terlibat dalam empat kasus tindak pidana curas di wilayah hukum Mapolres Mura, dan satu kasus tindak pidana curas di wilayah hukum Mapolres Oku Timur. Sedangkan tiga tersangka lainnya yang belum tertangkap sudah ditetapkan sebagai DPO,” pungkasnya. (korankito.com/dhia/amel)