Bisa Dipercaya

Tim Gabungan Sidak Tiga Perusahaan Sawit di Lahat

Tim gabungan dari Pemprov Sumsel melakukan sidak di tiga perusahaan sawit di Kikim , Lahat.foto/ujang

Lahat – Demi meningkatkan penghasilan pajak daerah, Selasa (4/4), tim gabungan Provinsi Sumatera Selatan terdiri dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Polisi Pamong Praja (Pol-PP), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Perkebunan, Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Bapenda untuk Kabupaten Lahat, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap tiga perusahaan yang bergerak di bidang kepala sawit.

Ketiga perusahaan perkebunan yang dimaksud, adalah PT London Sumatera (Lonsum), PT Sawit Mas Sejahtera (PTSMS) dan PT Era Jaya, yang berlokasi di kawasan Kikim Area.

Berita Sejenis
1 daripada 3

Dalam sidak ini, tim gabungan mengecek beberapa titik sasaran, mulai dari unit pengelolaan air permukaan, pabrik, tangki penampungan bahan bakar minyak, tenaga kerja, alat berat, dan lain sebagainya.

Menanggapi sidak ini, Hamdan Malau, Manager Unit PT Sawit Mas Sejahtera (PT SMS) didampingi DNL PT SMS, Arman, mengatakan, dirinya berterima kasih atas kedatangan tim gabungan yang ke Pabrik Sungai Kikim Mill kelapa sawit.

“Kita sudah tentu akan mengikuti aturan yang berlaku, sehingga pajak ataupun retribusi nantinya akan dibayarkan ke Pemprov Sumsel, ini juga demi kelangsungan pembangunan daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pajak, Badan Pendapatan Daerah Sumsel, Neng Muhaibah didampingi Endang Dwi Hastuti, Kabid Pendapatan lain-lain, Hibah, Retribusi dan Penerimaan Pusat, mengemukakan, kunjungan yang dibagi menjadi dua tim ini, guna mengetahui data-data pabrik yang sebenarnya.

“Tentunya data-data yang diberikan tersebut menjadi acuan kita dalam menetapkan pajak yang mereka pergunakan, kemudian disetorkan ke Pemerintah, hanya saja, jangan sampai memanipulasi,” jelasnya.

Pengawas Spesialis K3 Kontruksi Bangunan PPNS, Disnaker Provinsi Sumsel Ir Nurcahya Indrasari mengemukakan, dirinya ditugaskan perihal tenaga kerja yang ada, apabila ada tenaga kerja asing (TKA) jangan sampai berlainan dengan data yang ada.

“Kalau ada tenaga kerja asing, segeralah melapor, supaya dapat diketahui, apakah visa kunjungan mereka sebagai apa, berlibur atau bekerja, agar semuanya sinkron,” bebernya.

Kepala UPTB Bapenda Provinsi Sumsel untuk Kabupaten Lahat, M Umar Syarif SSTP Msi membenarkan, sidak ini tidak lain guna mengetahui item-item yang mereka pergunakan, misalnya, penggunaan air permukaan, bahan bakar untuk alat berat dan pabrik, termasuk juga tenaga kerja.

“Tidak lain, guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) baik Kabupaten Lahat sendiri dan Provinsi Sumsel, paling penting data yang diberikan sinkron dengan di lapangan, serta taat membayar pajak kepada negara,” tegas Umar.Korankito.com/ujang/drsd