SFC Sesalkan Jika Liga 1 Diundur Lagi

Sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid. Foto/Resha

Palembang – Manajemen Sriwijaya FC menyayangkan jika Liga 1 yang rencananya akan dimulai 15 April mendatang terancam diundur. Hal ini disebabkan karena pihak Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT. Liga Indonesia Baru (LIB), belum menyerahkan berkas verifikasi liga kepada Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Pihak BOPI sendiri telah memberikan batas waktu hingga 5 April mendatang. Sebab, jika melihat lamanya tahapan yang harus dilewati dalam verifikasi, seandainya terjadi molor dari tanggal tersebut, maka kecil kemungkinan Liga 1 akan tepat berjalan 15 April.

Sekretaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola tim Laskar Wong Kito Faisal Mursyid mengatakan, Sriwijaya FC telah melengkapi berkas-berkas untuk mendukung verifikasi itu.

Sehingga, jika pihak operator pertandingan belum menyerahkan berkas tersebut, jelas bukan lagi kesalahan klub yang akan berlaga di Liga 1 mendatang.

“Kita menyayangkan hal itu. Sebab sampai saat ini kami mendukung sepenuhnya apa yang menjadi kemajuan liga kita. Kalau diundur karena hal itu, rasanya sayang sekali,” ujarnya Senin (3/4).

Ia berharap, pihak PSSI dan PT. LIB harus duduk bersama agar apa yang jadi kekurangan bisa diatasi. Apalagi kalau ada beberapa dari 18 klub yang akan berlaga ada yang terlewat berkasnya, bisa segera cepat ditanggulangi.

“Terakhir mereka minta berkas legalitas klub. Sudah kita kirim itu satu hari setelahnya. Kalau terlambat, kita sayangkan itu. Apalagi respon dari sponsor. Telat lagi, telat lagi,” tukasnya.

Melalui siaran pers yang dilakukan oleh BOPI, sebelum liga dilaksanakan, perlu ada poses verifikasi yang harus dilalui. Sesuai kesepakatan, BOPI akan menitiberatkan pada aspek hukum negara, sedangkan untuk aspek hukum keolahragaan menjadi kewenangan federasi dalam hal ini PSSI.

Ada empat aspek yang menjadi konsen BOPI, yaitu pertama tentang legalitas operator, berarti yang sekarang adalah PT. LIB sebagaimana yang telah ditunjuk oleh PSSI.

Aspek yang kedua legalitas klub terutama yang berganti nama baru seperti PS TNI, PS Bhayangkara, dan Madura United. Ketiga, perlindungan terhadap pelaku sepakbola baik itu pemain, pelatih, dan official.

Terakhir aspek yang keempat adalah tentang keberadaan pemain asing, bagi yang belum memiliki KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara) secara tegas tidak diperbolehkan bermain.

Selain itu, jika sebuah kompetisi liga akan digelar memerlukan izin keramaian dari kepolisian yang didasarkan rekomendasi BOPI, dan untuk mengeluarkan rekomendasi BOPI perlu waktu untuk verifikasi yang paling cepat jika semua dokumen sudah lengkap membutuhkan waktu satu minggu.

Oleh karenanya bila benar akan digelar pada tanggal 15 April, selambat-lambatnya pada tanggal 5 April permohonan itu harus sudah diterima BOPI lengkap dengan semua dokumen yang diperlukan.

“BOPI perlu waktu untuk verifikasi sebelum memberikan rekomendasi, namun sampai saat ini BOPI belum menerima surat permohonan dari PSSI maupun pihak operator,” kata Ketum BOPI M. Noor Aman.

Perihal tenggang waktu, “Selambat-lambatnya tanggal 5 April permohonan dengan disertai kelengkapan dokumen harus sudah diterima BOPI,” ujar Sekjen BOPI Heru Nugroho. (korankito.com/resh/fran)