Bisa Dipercaya

Peserta UNBK Jangan Salah Isi Token

Para siswa SMKN @ Palembang saat melaksanakan UNBK.foto/ejak

Palembang-Kepala sekolah penyelenggara ujian nasional berbasis komputer (UNBK) mengimbau siswa agar tidak terlambat dan salah saat mengisi token untuk entri soal.

Kepala SMKN 3 Palembang Hernawati di sela berlangsungnya UNBK sesi pertama, Senin (3/04), mengaku, tidak ada kekhawatiran khusus dalam pelaksanaan UNBK kali ini, sebab sudah dievaluasi dan UNBK kali ini yang ketiga kali.

Berita Sejenis
1 daripada 4

Menurutnya, yang harus diperhatikan siswa saat memulai adalah mengisi token dengan benar. Pengisian token akan dipandu oleh tiap proktor yang ada di kelas. Di mana di tiap kelas ada dua orang pengawas, satu orang proktor dan ada dua teknisi yang siaga.

“Kami harapkan agar siswa tidak telat datang dan tidak salah dalam pengisian tokennya, sebab kalau mereka salah dalam mengisi token dapat merugikan mereka sendiri. Pasalnya, setiap 10 menit nomor tokennya akan berubah atau dirilis ulang. Belum lagi jika mereka sudah telat di sesi pertama maka akan dianggap tidak hadir dan harus mengikuti ujian susulan,” bebernya.

Hal serupa diungkapkan oleh Plt Kepala SMKN 2 Palembang Zulkarnaen, para peserta ujian tidak bisa berpindah-pindah ruang ujian, sebab sudah terdata di server awal. Jika masih nekat untuk pindah kelas maka mereka tidak bisa membuka aplikasi untuk mengerjakan UNBK yang tentu saja akan merugikan diri sendiri.
“Soalnya disinkronisasi dari pusat, anak memasukkan token baru soal akan keluar. Token sendiri merupakan alat yang menghubungkan siswa dengan soal. Yang kita takutkan anak salah ketik token, jadi memakan waktu sebab token itu diberikan saat akan masuk atau memulai ujian,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo menerangkan, sampai Senin (3/04) belum ada laporan adanya kejanggalan saat mendownload soal di server dari pusat maupun adanya kerusakan lembar kerja ujian nasional (LJUN) dan naskah soalnya.

“Belum ada laporan ada kerusakan naskah soal ujian nasional kertas dan pensil (UNKP), yang sakit pun belum ada laporan. Saya berharap agar tidak ada siswa yang sakit saat ujian dan tidak ada kendala saat ujian berlangsung,” pungkasnya.korankito.com/ejak/drsd