Jatah Makan Penghuni Lapas Anak Hanya Rp5.000

Kepala LPKA Kelas I Palembang Endang Lintang.foto/reigan

Palembang-Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Palembang, menyampaikan permohonan sejumlah fasilitas hingga anggaran makan ke DPRD Sumsel.

Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Palembang, Endang Lintang H, mengatakan, masih banyak persoalan terhadap para anak binaan, mulai dari fasilitas alat keterampilan hingga anggaran makan yang dianggap masih sangat tidak mencukupi.

“Kami berharap melalui audiensi ini semua permintaan kami direalisasikan. Seperti kami membutuhkan perbaikan teralis agar lebih baik dan terkesan tidak lagi seperti penjara hingga besaran anggaran makan bagi anak binaan yang saat ini hanya sebesar Rp14.500 per harinya,” beber Endang, usai audensi dengan Ketua DPRD Sumsel, Ketua Komisi V DPRD Sumsel dan Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Senin (3/04)

Jika fasilitas yang layak didapatkan, kata Endang, anak binaan setelah keluar tentu akan memiliki kemampuan khusus seperti misalnya keterampilan menjahit, memainkan alat musik dan lain sebagainya. Begitu juga dengan makanan yang dikonsumsi para anak binaan tersebut, bila hanya dengan anggaran yang besarannya hanya 14.500 rupiah per hari, bagaimana bisa memberikan gizi yang cukup.

“Artinya kan sekali makan mereka hanya kurang dari Rp5.000, bagaimana mau sehat. Kami meminta agar anggaran makan mereka ditingkatkan, sebab memang dari segi usia mereka tengah masa pertumbuhan baik fisik maupun mental jadi gizi dan makanan yang layak sangat dibutuhkan,” harapnya.

Dia berharap DPRD Sumsel membicarakan hal ini dengan pemerintah daerah, sehingga pada tahun depan bisa dialokasikan untuk pemenuhan makan anak-anak warga binaan.

“Idealnya anggaran yang harus disiapkan bagi penghuni lapas anak yaitu Rp 45 ribu per hari, dibagi tiga maka satu kali makan sebesar Rp15 ribu/hari,” jelasnya.korankito.com/reigan/drsd