Cabor Asian Games Dikurangi, Palembang Fokus Pembangunan Infrastruktur

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumsel Ahmad Najib. Foto/resha

Palembang – Isu pengurangan cabang olahraga (cabor) pada perhelatan Asian Games 2018 bakal memberikan dampak pada pelaksanaan. Sebab, cabor yang sebelumnya berjumlah 42 buah akan dikurangi menjadi 36 cabor.

Pengurangan cabang olahraga ini dilandaskan pada kondisi dan waktu yang tak memungkinkan. Apalagi, Ketua pengarah Panitia Asian Games 2018 Jusuf Kalla telah memerintahkan untuk melakukan efisiensi anggaran dari sebelumnya Rp 8,7 triliun menjadi Rp 4 triliun saja.

Jelas, pihak Indonesian Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) harus putar akal untuk mengurangi jumlah cabor, disamping merealisasikan efisiensi anggaran tadi.

Untuk Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sendiri masih berkutat pada kesiapan venue. Sebab, pelaksanaan multi event olahraga yang akan diikuti oleh 45 negara Asia ini hanya berjarak waktu 16 bulan saja. Untuk itu, fokus pembahasan di Bumi Sriwijaya masih pada venue dan infrastruktur pendukung.

“Kita juga mengejar kesiapan disamping gamenya sendiri. Bagaimana berpacu dengan waktu, dimana Jakarta juga mengejar waktu,” terang Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel Ahmad Najib, Senin (3/4).

Kendati demikian, ia telah mengadakan pertemuan kepada pihak terkait untuk melakukan bayangan cabang olahraga apa saja yang akan dikurangi. Sebab, bisa saja cabor yang dipertandingkan di Sumsel juga terkena pengurangan.

Untuk itu, ia juga masih menunggu selagi pembangunan di Palembang tetap jalan. “Insya Allah pertengahan April sudah ada kepastian, kita tinggal menunggu saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kota Palembang didaulat menjadi host city Asian Games 2018, disamping Kota Jakarta. Palembang sendiri kebagian 10 cabang olahraga, seperti Bowling, Dayung, Kano/Kayak, Penyisihan Sepakbola, Tenis-Soft Tenis, Voli Pantai, Sepak Takraw, Panjat Tebing, Menembak dan Triathlon. Untuk venue sendiri, masih akan terpusat di kompleks Jakabaring Sport City (JSC). (korankito.com/resh/fran)