Kemenpora Ingatkan PSSI untuk Verifikasi Liga I

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia. Foto/Kemenpora.go.id

 

Jakarta – Kementerian Pemudan dan Olahraga (Kemenpora) mengingatkan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk segera melakukan verifikasi kompetisi Liga I kepada Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Menurut Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Gatot S Broto, Kemenpora memandang perlu untuk mengingatkan kepada Pengurus PSSI, sebelum kompetisi Liga I tersebut digelar, maka Pengurus PSSI dan manajemen LIB seharusnya sejak jauh hari melakukan koordinasi dan menyampaikan permohonan verifikasi kepada BOPI.

“Namun faktanya, pengurus PSSI sejauh ini belum  pernah mengajukan permohonan verifikasi kepada BOPI dan seandainya dalam waktu dekat ini harus dilakukan, maka waktunya sangat terbatas,” terang Gatot dalam siaran pers yang diterima Koran Kito, Ahad (2/4)

Ia menyebutkan, peranan BOPI dalam Liga I ini cukup vital. Rekomendasi dari badan yang menaungi olahraga profesional itu berguna untuk berbagai macam hal seperti pendamping pengajuan izin keramaian kepada Polri ketika berlangsungnya pertandingan, hingga surat pengajuan rekomendasi kepada Federation Football International Asociation (FIFA).

Kendati demikian, Kemenpora menyebutkan persyaratan verifikasi dari BOPI tidak akan sesulit ketika PSSI dibekukan oleh FIFA. Seperti, klub harus melunasi tunggakan kewajiban pada seluruh pemain, pelatih dan ofisial tim dengan menyertakan bukti pelunasan, menyertakan dokumen kontrak kerja pelatih, pemain dan ofisial serta penyerahan NPWP, bukti pembayaran dan pelunasan pajak serta persyaratan lain dari BOPI.

“Ini sama sekali bukan maksud Kemenpora mendorong BOPI untuk mempersulit PSSI dalam mempersiapkan segera bergulirnya kompetisi sepakbola Liga I, tetapi justru membantu PSSI untuk melakukan pembenahan agar era reformasi PSSI yang saat ini bergulir dapat secara konsisten diterapkan di semua lini, khususnya terkait kepatuhan PSSI terhadap aturan FIFA dan peraturan perundangan-undangan yang berlaku,” tambahnya.

Dalam siaran ini juga dijelaskan jika BOPI akan mengawal kepatuhan PSSI kepada FIFA sebagai induk sepakbola dunia. Dikhawatirkan, liga sepakbola resmi pertama pasca dibekukannya PSSI ini akan kembali menemui kendala jika menyalahi regulasi yang telah ditetapkan oleh federasi sepakbola dunia itu.

Apalagi, beberapa keputusan kontroversi yang telah dikeluarkan oleh PSSI seperti jumlah maksimal pergantian pemain sebanyak lima orang, dinilai telah menyalahi aturan FIFA secara langsung. Dimana dalam kompetisi resmi yang diselenggarakan dalam naungan FIFA , konfederasi atau asosiasi sepakbola nasional, maksimal tiga pergantian pemain (Laws of the Game IFAB 2016/17).

Informasi yang didapat Koran Kito menyebutkan, batas akhir verifikasi yang harus dilakuka PSSI dan LIB paling lambat tiga hari sebelum kick off yang rencananya digelar pada 15 April 2017. korankito.com/resh/syym.