Bisa Dipercaya

Besok, 28.707 Siswa SMK di Sumsel Ikuti Ujian Nasional

UJIAN NASIONAL : Sejumlah siswa sekolah menengah kejuruan di Palembang ikuti ujian nasional, beberapa waktu lalu. Foto/sripo.com

Palembang – Sebanyak 28.707 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Sumatera Selatan (Sumsel) siap jalani ujian nasional (UN) yang digelar serentak se-Indonesia besok (Senin, 3/04).

Di Sumsel sendiri dari total 253 SMK ada 233 SMK akan melaksanan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), sedangkan 20 sekolah sisanya akan tetap menggunakan ujian nasional kertas dan pensil (UNKP). Sementara itu, khusus pelaksanaan UNBK dari 17 kabupaten/kota yang ada di Sumsel, hanya kabupaten OKU Selatan yang tidak melaksanan ujian komputer di wilayahnya. Selain itu, Berbeda dari tahun sebelumnya, pelaksanan UN SMK yang dibuat lebih dulu dari pada jenjang SMA/MA.

Berita Sejenis
1 daripada 8

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Widodo mengungkapkan, kesiapan SMK dalam mengikuti UN tahun ini sudah siap 100 persen baik yang UNBK maupun UNKP. Untuk ujian manual ataupun kertas, paket soal sudah didistribusikan ke 17 kabupaten/kota pada 30 Maret 2017 dengan total 1183 koli paket soal, terdiri 924 koli soal untuk SMA, 32 koli soal untuk SMK, 194 koli soal paket C, 30 koli soal susulan SMA dan 6 koli soal susulan SMK.

“Khusus untuk pelaksanan UNBK, kami memberikan jaminan listrik tidak akan padam. Sebab, kami sudah jauh-jauh​ hari meminta kepada pihak PLN untuk tidak memadamkan listrik di kawasan sekolah pelaksanan UNBK. Kekhawatiran kita memang ada, namun kami yakni listrik akan tetap aman, kecuali jika terjadi bencana. Maka dari itu kami imbau bagi seluruh sekolah penyelengara untuk menyiapkan genset dan simulasi jika terjadi pemadaman listrik,” akunya.

Selain itu, Widodo meminta sekolah untuk memfasilitasi siswa yang sakit sehingga tidak bisa datang je sekolah untuk ujian. “Siswa yang tetap bisa ikut ujian, makanya sekolah harus bisa memfasilitasinya​. Jangan sampai dibiarkan. Karena mengikuti ujian sudah menjadi hak bagi siswa, dimana sekolah harus bertanggung jawab didalamnya,” tegasnya.

Widodo menambahkan, dalam pelaksanaan ujian, kejujuran harus diutamakan baik dari pihak sekolah maupun siswa harus menyadari betul bila pelaksanan UN kali ini tidak hanya sekedar mengejar nilai saja.  “Kerjakan dengan sebaik-baiknya, dan ingat bila penilaian akan kejujuran menjadi patokan utama kita dalam pelaksanan UN,” pungkasnya. korankito.com/ejak/syym