Bisa Dipercaya

Aiesec Ajak Pemuda Tingkatkan Mutu Pendidikan

Palembang – Organisasi Aiesec Universitas Sriwijaya (UNSRI) menggelar kegiatan diskusi Youth Speaking Forum 2.0. Dibuka langsung oleh Bappeda Prov Sumsel, Ekowati Retnaningsih di Aula Serbaguna Gedung DPRD Sumsel, diskusi ini membahas mengenai masih rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.

Kepala Bappeda Prov Sumsel, Ekowati Retnaningsih, mengatakan apa yang dibahas dalam kegiatan Youth Speaking Forum 2.0 merupakan langkah tepat untuk berkontribusi membangun daerah. Adanya keterlibatan dalam menyelesaikan permasalahan dunia pendidikan tidak hanya diberikan kepada pemerintah atau Instansi lainnya, tetapi butuh peran masyarakat khususnya kalangan pemuda.

Berita Sejenis
1 daripada 22

“Sekarang didepan mata sudah terpampang jelas apa yang harus dicapai, di dunia pendidikan sendiri Provinsi Sumsel telah memberikan peningkatan kualitas melalui program sekolah gratis hingga kuliah gratis. Diharapkan ini bisa terus konsisten dan menjadi prioritas bersama kedepanya,” ungkapnya, usai diskusi Youth Speaking Forum 2.0, Minggu (2/4)

Ekawati pun berpesan, agar organisasi Aiesec Unsri dapat terus fokus membahas permasalahan yang ada khususnya yang menyangkut isu dunia untuk dibahas dalam forum ini. Sehingga akan makin banyak bentuk kepedulian yang berasal dari kalangan pemuda khususnya di Sumsel dan Palembang.

“Semoga kegiatan ini bisa terus berkelanjutan, dan bisa memberikan manfaat sekaligus masukan positif bagi pemerintah daerah,” jelasnya.

Sementara itu, ketua pelaksana Sedayu Putri Fajar mengatakan, Aiesec UNSRI sebagai organisasi pemuda yang berdiri pada tahun 1984 dan terdiri dari 128 negara, yang mengedepankan pada pembentukan karakter pemuda. Melalui diskusi ini, organisasinya mencoba memberikan wawasan baru kepada pemuda di kota Palembang, bagaimana tantangan kedepan untuk mereka bisa berpartisipasi aktif dalam membangun bangsa dan meningkatkan pendidikan.

“Karena itu kita undang pelajar dan mahasiswa agar bisa bertukar pikiran dan memberikan ide untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.

Sesuai dengan garis besarnya, lanjut Sedayu, be loud and take action, mengartikan jika pemuda tidak hanya sekedar berbicara namun bisa menunjukkan aksi nyata. Baik itu berupa pendapat dan pemikiran, hingga bentuk kepedulian yang langsung mengarah kemasyarakat terutama dalam dunia pendidikan.

“.Semoga pemuda di Palembang makin terbuka pikirannya terutama dalam rasa kepedulian terhadap sesama,” harapnya. (korankito.com/reigan/amel)

 

 

 

menjadi topik utama yang dibahas Organisasi Aiesec Universitas Sriwijaya (UNSRI) dalam kegiatan Youth Speaking forum 2.0. Peserta terdiri dari kalangan pelajar dan mahasiswaKegiatan yang berlangsung di Aula Serbaguna gedung DPRD Sumsel, Minggu (2/4) dibuka secara resmi oleh kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (bappeda) prov Sumsel turut didukung oleh Diknas pendidikan Sumsel juga menghadirkan beberapa pembicara yang memberikan motivasi sekaligus inspirasi bagi peserta. Mulai dari president Aiesec Indonesia, Rahmat Fajri, lalu kepala divisi asesmen dan pengembangan ekonomi bank Indonesia prov Sumsel Hari Widodo beserta general manager garuda Indonesia cabang Palembang Asa Perkasa.