Pasien Kelas III BPJS Keluhkan Layanan RSUD BARI

foto/humas

 

Palembang – Belum maksimalnya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (BARI) Palembang terhadap pasien BPJS kelas III dikeluhkan salah satu keluarga pasien pengguna layanan kesehatan dari pemerintah itu. Hal ini diungkapkan Dewi salah satu keluarga pasien BPJS kelas III yang dirawat di RSUD Bari Palembang saat bertatap muka langsung dengan Wakil Walikota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda yang meninjau langsung kebersihan bangsal, lingkungan serta pelayanan umumnya di RSUD Bari Palembang.

Dewi mengaku, untuk kebersihan dan pelayanan di RSUD Bari memang sudah baik, namun yang ia sayangkan adanya perbedaan pelayanan dari sisi infrastruktur dan kenyamanan antara kelas III dan kelas II.

“Kasurnya tidak terlalu nyaman untuk pasien. Belum lagi kondisi ruangan yang panas dan air bersih yang kurang lancar,” aku ibu-ibu berhijab warna krem ini dihadapan Finda.

Menanggapi adanya keluhan dari salah satu keluarga pasien, Direktur RSUD Bari Makiani menampik pernyataan itu, diakuinya, fasilitas untuk kelas III sebenarnya sama baik dari perawat, dokter dan obat. Hanya saja bedanya ada di pendingin ruangan. “Untuk kelas I, VIP dan VVIP memang menggunakan AC,  sedangkan kelas II dan kelas III tidak menggunakan AC,” akunya.

Menurut Makiani, pihaknya selalu menampung kritikan dan saran dari setiap pasien sebagai motivasi untuk pihaknya lebih berbenah lagi. Dikatakannya, di RSUD Bari sendiri memiliki 274 tempat tidur, dimana 161 tempat tidur kelas III, 68 tempat tidur kelas II, 20 tempat tidur kelas I, 20 tempat tidur VIP, dan lima tempat tidur VVIP. Selain itu terdapat 17 intensive box dan 29 box bayi.

“Keluhannya sudah disampaikan dan kita tampung. Biasanya pasien yang mengeluh seperti itu pernah dirawat di RS swasta yang berbayar mahal, begitu memakai fasilitas RSUD menggunakan BPJS yang notabene gratis jelas sedikit berbeda,”tukasnya.

Terpisah, Finda, sapaan akrab Fitrianti Agustinda menuturkan, kunjungannya kali ini untuk memastikan baik pasien dan keluarga pasien mendapatkan pelayanan publik yang prima. Bahkan ia juga menyempatkan​ diri mencicipi air yang bisa diminum langsung dari krannya.

“Kita disini untuk melihat pelayanan publik yang didapatkan pasien dan keluarganya, sehingga bisa kita benahi bersama. Jika memang ada keluhan lain mengenai RSUD Bari ini, sebaiknya warga segera melapor, agar bisa kita perbaiki juga,” tuturnya. (korankito.com/amel)