Yaii Beck Pencipta Lagu ‘Dere Beju Abang’

Yaii Beck, pencipta lagu  ‘Dere Beju Abang’ bersama kepala Dinas Pariwisata Linggau Luthfi Ishak.foto/dhia

Lubuklinggau-Kms Anwar Beck, yang akrab disapa Yaii Beck, nampak masih gagah, meski telah menginjak usia 74 tahun saat ditemui di Kantor Dinas Pariwisata Kota Lubuklinggau, belum lama ini. Yaii Beck juga kerap melontarkan candaan saat diwawancarai terkait sejarah lagu daerah di Bumi Silampari.

Pria kelahiran Talang Padang, 16 Oktober 1943 silam ini, mengaku, dirinya yang menciptakan salah satu lagu daerah andalan di Musirawas kala itu, yakni berjudul ‘Dere Beju Abang’. Lagu ini kembali diaransemen ulang oleh Dinas Pariwisata Kota Lubuklinggau, guna memperkenalkan kembali kepada masyarakat.

“Lagu ini direkam di era Bupati Musirawas dulu, Pak Nang Ali Solihin sekitar tahun 1990. Kalau lagu ini diciptakan jauh sebelum direkam, yaitu sekitar era 80-an. Dulu direkamnya masih pakai kaset pita,” cerita Yaii Beck yang juga tercatat telah menciptakan lagu berbagai daerah di Provinsi Sumatera Selatan.

Lagu ini, diakui Yaii Beck direkam di Padang, Sumatera Barat karena fasilitas perekaman lagu di Musirawas belum memadai. Pertama kali lagu ini dibawakan oleh Karel Simon, salah satu penyanyi terkenal di Sumsel.

“Direkamnya di Tanama Record, Padang, Sumbar yang saat itu memang memiliki fasilitas rekaman lagu yang cukup mumpuni. Alhamdulillah, di era Walikota Lubuklinggau, H Riduan Effendi yang wakilnya saat itu Walikota Lubuklinggau saat ini, H SN Prana Putra Sohe lagu ini, lagu saya saat itu direkam dalam bentuk CD,” cerita dia.

Ia menyampaikan, lagu ini bahkan sempat ditampilkan di acara kesenian di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Saat itu, dibarengi dengan pertunjukan Mandi Kasai yang merupakan juga budaya khas Kota Lubuklinggau.

“Lagunya saat itu, dibawakan oleh penyanyi lokal lagu daerah yang kini masih aktif, Sulpa’i,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Lubuklinggau, H Luthfi Ishak menjelaskan, lagu tersebut kini menjadi salah satu lagu andalan untuk ditampilkan di acara-acara kesenian, baik di tingkat lokal, daerah ataupun nasional.

“Kami sudah mengubah aransemen lagu Dere Beju Abang ini, namun tidak merubah lirik lagu, supaya makna dan ciri khas lagunya tetap terjaga. Lagu ini, salah satu yang benar-benar membawa bahasa daerah (Base Cul-red) yang kental. Tujuan merubah aransemennya ini, hanya untuk mempercantik lagu saat dibawakan saja. Yang jelas tidak mengubah partitur lagu, hanya mengikuti perkembangan zaman saja,” jelasnya.

Terpisah, Penyanyi Dere Beju Abang, Sulpa’i mengaku, dirinya bangga bisa membawakan lagu daerah tersebut. Ia berharap, lagu ini ke depan bisa semakin dikenal, khususnya masyarakat di Kota Lubuklinggau.

“Makna lagunya, menceritakan seorang laki-laki yang menyukai seorang gadis. Namun, ia tidak berani mengungkapkan, karena tidak ada yang menemani untuk mengungkapkannya,” imbuhnya.korankito.com/dhia/drsd