Bisa Dipercaya

Perkuat Pemasaran, UMKM Palembang Di-online-kan

 

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang siap bersinergi dengan Lembaga Nurbaya Initiative yang mewadahi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat membantu para UMKM lebih berkembang. Salah satunya dengan gerakan peng-online-an 100 ribu UMKM. Yakni mengenalkan dan memasarkan produk yang dihasilkan para pengusaha UMKM secara online melalui Akun Nurbaya Corner .

Wali Kota Palembang, Harnojoyo  mengatakan jumlah UMKM yang ada di Kota Palembang saat ini ada 10.040 UMKM. Dengan melakukan peng-online-an UMKM ini, menjadi salah satu upaya bagaimana Pemkot Palembang betul-betul mendorong UMKM agar  bangkit, mengingat dengan sistem pemasaran secara online, produk milik pengusaha UMKM ini bisa dilihat dimana.

Berita Sejenis
1 daripada 22

“Luar biasa kegiatan ini, hari ini serentak meng-online-kan UMKM di 30 kota se-Indonesia. Ini kesempatan kita untuk memperkenalkan produk. Kami juga ucapkan terima kasih kepada Lembaga Nurbaya Intiative, perbankan dan Pos Indonesia, sehingga acara ini terlaksana,” ujar dia.

Namun, sambung Harno,UMKM di Palembang harus bersungguh-sungguh, dengan harapan UMKM mampu bersaing, memasarkan produk dan harganya terjangkau. Dengan demikian dapat mengurangi penganguran dan menambah tenaga kerja.

Sementara itu Partnership Manager Lembaga Nurbaya Initiative, Venny Wijaya, mengatakan seperti arahan  kata Pak Jokowi tentang pemerataan ekonomi sejak 2010,  ada dua jutaan UMKM yang memasarkan produk mereka secara online.

“Nah untuk hari ini akan dilakukan peng-online-an 100 ribu UMKM seluruh Indonesia. Kalau potensi Palembang ada sekitar seribuan UMKM,” ungkapnya.

Menurut Wenny, berjualan dengan cara konvensional sulit untuk menambah akses, maka dari itu kami memberikan website yang memfaslitasi UMKM. Melalui Akun Nurbaya Corner yang sudah ada di Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Blanja, dan Elevenia. UMKM yang sudah registrasi akan masuk dalam data base Akun Nurbaya Corner.

“Mau jualan gampang ada Lembaga Nurbaya Initiative yang membantu. Kedepan kita bisa jadi ekosistem, ada pihak perbangkan untuk akses KUR, dan kita mengajarkan hal-hal seperti bagaimana mengurus BPOM dan sertifikat halal dari MUI,” ungkapnya.

Sementara itu Deputi Surat dan Paket, Regional III Kantor Pos Palembang, Hilman Isfandiar mengatakan pihaknya siap membantu pengiriman produk UMKM. Dikatan dia, bidang e-commerce sangat berpotensi. Bahkan dalam sehari sebanyak 800 kg produk food (makanan) yang dikirim. Sedangkan untuk keseluruhan termasuk dokumen mencapai 7 jutaan kg per hari.  Dengan target market share antara 20-30 persen.

“Kami tidak hanya membantu pengiriman tetapi juga packing barang,” imbuhnya. (korankito.com/amel/yun)