OKU Selatan Zero Pelaksanaan UNBK

Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Sumsel. foto/ejak

 

Palembang – Sebanyak sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dipastikan tidak bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017. Hal ini disampaikan Ketua Panitia UN Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Bonny Syafria yang mengungkapkan Kabupaten OKU Selatan tidak menyelenggarakan UNBK melainkan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).

“Oku Selatan menjadi satu-satunya kabupaten di Sumsel yang zero (nol) pelaksanan UNBK 2017,” ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya.

Bonny menjelaskan jumlah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) dan swasta di Sumsel ada 252 sekolah. Dari 252 sekolah tersebut 20 diantaranya masih menyelenggarakan UNKP.

Faktor instalasi listrik dan jaringan yang sangat lemah di daerah tersebut menjadi kendala untuk menyelenggarakan UNBK tersebut. Karena itu tidak ada satupun SMK di Kabupaten OKU Selatan yang menyelengarakan UNBK.

“Wilayah OKU Selatan terkendala masalah listrik dan sinyal. Jadi Semua SMK di kabupaten itu masih menyelenggarakan UNKP,” tukasnya.

Selain SMK di Kabupaten OKU Selatan yang menyelenggarakan UNKP, masih ada bberapa SMK yang menyelenggarakan UNKP pada lima Kabupaten/kota, namun hanya sebagian saja dan selebihnya sudah UNBK. Seperti Kabupaten OKI, dari 20 SMK yang ada 1 SMK menyelenggarakan UNKP, Muara Enim ada 3 SMK dari total 16 SMK, Kabupaten Lahat ada 2 SMK dari 10 SMK, Musi Banyuasin ada 1 SMK dari 20 SMK, OI ada 4 SMK dari 12 SMK yang ada di wilayah tersebut.

“Untuk Kabupaten lainnya, semua SMK yang ada di wilayah masing-masing sudah melaksanakan UNBK, seperti Kota Palembang ada 73 SMK, Lubuk Linggau ada 8 SMK, Pagar Alam ada 5 SMK, Prabumulih ada 9 SMK, OKU ada 13 SMK, Musi Rawas ada 7 SMK, Banyuasin ada 12 SMK, OKU Timur ada 31 SMK, Empat Lawang ada 3 SMK, PALI ada 3 SMK, dan Musi Rawas Utara ada 1 SMK,”ulasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Widodo mengatakan, pelaksanaan UNBK itu sifstnya tidak wajib bagi setiap sekolah, melainkan hanya diperuntukkan bagi sekolah yang siap saja.

“Semua sekolah sudah menyatakan diri siap atau tidak melaksanakan UNBK pada akhir Februari lalu. Kesiapan disini menyangkut masalah geografis, kesediaan komputer, jaringan dan listrik. Bagi yang belum siap, dipersilahkan melaksanakan UNKP dan jangan memaksakan diri untuk UNBK,” pungkasnya. (korankito.com/ejak/amel)