Seluruh Galian C di Linggau Ilegal

Salah satu lokasi galian C ilegal di Kota Lubuklinggau.foto/dhia

Lubuklinggau-Pascatambang galian C di Kelurahan Temam, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, merenggut nyawa bocah 11 tahun,Tio Ramadani Pratama. Ternyata seluruh pertambangan galian C di Kota Lubuklinggau tidak mengantongi izin alias ilegal.

Ironisnya, aktivitas pertambangan galian C ilegal ini dibiarkan saja oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau dan UPTD Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Selatan tanpa memperhatikan dampak buruk dari galian tersebut.

Puluhan aktivitas galian C di Kota Lubuklinggau tersebar di seluruh penjuru kota. Terutama di wilayah Ulu Malus, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Batu Urib Permai, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, wilayah Siring Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, dan Temam, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, wilayah Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Lubuklinggau, seluruh pertambangan galian C di Kota Lubuklinggau tak satupun memiliki izin lingkungan. Dimana izin ini merupakan dokumen utama untuk usaha tersebut.

” Sejauh ini kami belum pernah mengeluarkan rekomendasi izin lingkungan untuk galian C, soal izin lainnya itu Dinas Penanaman Modal provinsi yang mengeluarkan,” tegas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Lubuklingau  Herdawan, Kamis (30/3).

Dikatakan Herdawan, pihaknya baru akan memberikan izin lingkungan jika sesuai dengan peruntukan kawasan, bila tidak memenuhi maka tidak akan diberikan.

“Seluruhnya kita belum pernah mengeluarkan izin lingkungan untuk galian C, terakhir kita mengecek ke galian C Malus yang diributkan oleh warga itu langsung ditertibkan,” jelasnya.

Terpisah Kepala UPTD Pertambangan dan Energi Lubuklingau-Mura dan Muratara, Ahairul saat dikonfirmasi juga menegaskan bahwa sejauh ini pihaknya belum pernah memberikan rekomendasi izin untuk galian C di wilayah Kota Lubuklinggau.

Dijelaskannya, untuk aktivitas pertambangan galian C banyak tahapan dan proses perizinan yang harus diurus dan dibuat oleh pemilik tambang, mulai dari izin lingkungan, izin operasi dan eksplorasi.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Lubuklinggau Hambali Lukman, menilai pemerintah dan kepolisian harus segera memberikan tindakan tegas terhadap tambang-tambang galian C ilegal.

” Saya sudah cek ke lokasi galian C ilegal kedua yang ada di Temam, akibat dari aktivitas galian itu jalan yang dibangun menggunakan APBD Kota dekat SMA N 6 Lubuklinggau rusak parah,”ungkapnya.korankito.com/dhia/drsd