Bisa Dipercaya

PALI Gelar Simulasi Atasi Kebakaran

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten PALI saat memadamkan api.foto/imam

PALI-Seluruh karyawan dan pegawai Pemerintah Kabupaten PALI sempat dikagetkan adanya kobaran api yang cukup besar di halaman kantor Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Api yang cukup besar tersebut kemudian langsung dipadamkan petugas  Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Kabupaten PALI menggunakan  peralatan lengkap pengendalian api.

Kebakaran tersebut rupanya memang sengaja dibuat sebagai simulasi penanggulangan bencana kebakaran pada acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-98 Damkar yang digelar di halaman kantor Bupati PALI di Jalan Merdeka, Km 10, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi.

Berita Sejenis

Ruko Mie Ayam Terbakar

Ditinggal Mudik, Satu Rumah Hangus Dilalap Si Jago Merah

Ruko Dua Lantai Nyaris Ludes Terbakar

1 daripada 16

Kegiatan diawali apel gabungan sekaligus memperingati HUT Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) ke-67 dan HUT Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke-55. Bertindak sebagai pembina upacara  Amirudin Cikmat, staf ahli bidang pemerintahan dan politik PALI.

Selain simulasi pengendalian bencana kebakaran, ada penampilan berbagai atraksi dari Satpol-PP PALI, yang menunjukkan gerakan baris berbaris dan seni bela diri pencak silat.

Dalam sambutannya, Amirudin Cikmat menekankan, agar keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) harus bisa lebih preventif.

“Satpol-PP harus mampu bekerja dalam menegakan aturan yang telah dikeluarkan pemerintah, serta Damkar harus cepat respon tanggap terhadap adanya laporan masyarakat apabila terjadi kebakaran, baik kebakaran di tengah pemukiman terlebih pada lahan perkebunan atau hutan,” katanya.

Mukhlis Nabil, Kepala Satpol-PP PALI, menambahkan, bahwa pihaknya akan bekerja maksimal demi mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten PALI.

“Alhamdulillah telah banyak yang kita lakukan, terutama dalam menegakkan disiplin kerja terhadap pegawai Pemkab PALI. Kita rutin melakukan razia terhadap pegawai. Fenomena penyalahgunaan sirup obat batuk oleh sebagian besar pelajar, bisa kita tekan. Saat ini penyakit tersebut sudah berkurang. Itu kita lakukan sebagai wujud nyata dukungan untuk percepatan pembangunan di PALI,” ujarnya.Korankito.com/imam/drsd