Bisa Dipercaya

Lahat, Peduli Obat dan Pangan Aman

Bupati H Aswari Riva’i saat memberi sambutan dalam acara sosialisasi pangan dan kosmetik aman pada Rabu (29/3), di Gedung Kesenian Lahat (foto/hms)

LAHAT – Balai Besar POM di Palembang mengadakan acara sosialisasi pangan dan kosmetik aman pada Rabu (29/3), di Gedung Kesenian Lahat.

Acara sosialisasi itu dihadiri oleh Bupati Lahat H Aswari Riva’I dan Kepala Balai Besar POM di Palembang Drs Arnold Sianipar Apt MPharm  Drs Arnold Sianipar Apt M Pharm, Anggota DPR RI dari Komisi IX, Irma Suryani Chaniago SE, Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat, H Hermansyah SE, Ketua Fraksi NasDem, Arry Amd serta Anggota dewan, Jonheri dan A Fikri, para kader, tamu undangan dan tokoh masyarakat Lahat.

Berita Sejenis

Irma Suryani : Teliti Saat Membeli Obat Bebas di Pasaran

Cek KLIK Sebelum Membeli 

Dalam sambutannya Kepala Balai Besar POM Palembang menyampaikan bahwa pada 2016 silam, dari 37 sarana kesehatan distribusi makanan, minuman maupun kosmetik, 23 produk diantaranya tidak memenuhi persyaratan, sedangkan 14 bisa diterima sesuai dengan ketentuan, pasalnya barang-barang tersebut mengandung zat aditif berbahaya hingga kadaluarsa.

“Untuk kosmetik tidak memenuhi ketentuan, dari 6 produk, tiga tidak memenuhi, kemudian segi menjual kosmetik tanpa ijin edarnya, jelasnya,.

Ia menyebutkan, hal ini dilaksanakan agar masyarakat dapat mengetahui tips memilih kosmetik yang baik serta barang yang dijual tidak kadaluarsa. Data yang ada setidaknya delapan distribusi pangan, 3 diantaranya tidak memenuhi persyaratan dengan tanggal yang kadaluarsa dan kemasan rusak.

“Sedangkan untuk obat tradisional tidak mengandung obat kimia, sehingga aman dikonsumsi. Hanya saja, pangan yang beredar masih banyak mengandung borak, formalin dan bahan zat aditif berbahaya lainnya,” tukas Arnold.

foto/hms

Sementara itu, Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Rivai SE menyebutkan bahwa untuk Kabupaten Lahat berdasarkan data BBPOM dari 37 sarana ada 14 yang memenuhi persyaratan. Diharapkan Camat dan Lurah menjadi pihak yang menginformasikan kepada masyarakat.

“Misalnya mie, tahu mengandung formalin dan jajanan dipasar ditemukan bahan pewarna berbahaya, informasi disebarkan, dan juga harus ada sanksi lebih tegas lagi terhadap pedagang yang melanggar,” paparnya. (korankito.com/hms/***)