Dijebak Bawa 2,5Kg Shabu, Pemuda Palembang Ditangkap Polisi Cina

Ratni, ibu kandung Jumaidi yang dijebak membawa shabu 2,5Kg shabu.foto/deny

Palembang- Jumaidi Kasirin Yatin, warga Jalan Ki Marogan, Lorong Yakin, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang, ditangkap oleh polisi Cina. Pasalnya, Jumaidi kedapatan membawa shabu-shabu seberat 2,5Kg di Bandara Ghuangzhou, dua tahun lalu.

Berdasarkan keterangan ibu kandung Jumaidi, Ratni (52) penangkapan berawal ketika Jumaidi menerima tawaran dari Anis Fikri untuk bekerja di luar negeri mengantar barang-barang antik.

“Karena tergiur dengan upahnya lumayan besar, anak saya akhirnya mau ke sana. Katanya hanya satu bulan, jadi anak saya berangkat tanpa membawa apa-apa,” tuturnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (30/3) sore.

Menurut Ratni, setengah bulan dari keberangkatan anaknya ia masih sempat mendapatkan kabar anaknya itu. Namun, setelah satu bulan kepergian itu ia sudah tidak bisa menghubungi anaknya itu.

“Setelah putus kontak itu, tidak lama datang surat dari KJRI (Konsulat Jendral Republik Indonesia) di Guangzhou yang mengatakan anak saya sudah ditangkap polisi di sana,” terangnya.

Ia pun berharap kepada Presiden Republik Indonesia dan Pemerintah Sumatera Selatan dapat membebaskan anaknya itu.

“Sejak putus kontak itu sudah tiga tahun tidak dapat kabar lagi, saya berharap Presiden Jokowi untuk membantu kepulangan anak saya itu,” tuturnya sambil meneteskan air mata.

Menurut Ratni, belakangan berdasarkan surat yang ditandatangani oleh Jumaidi. Sebelum dirinya tertangkap, Vivian yang dikenalnya di negera itu meminta ia pergi ke warnet mengeprint tiket pesawat Shanghai-Hongkong-Hanoi.

Namun, dikarenakan ia tidak bisa bahasa Cina, Vivian meminta Jumaidi untuk pulang ke kamar hotel dan agar menemui seorang wanita yang akan memberikan tiket pesawat tersebut dengan tujuan tersebut.

Kemudian, wanita itu mengajak Jumaidi untuk bertemu di rumah makan yang berada di depan hotelnya menginap. Selang berapa menit kemudian, ia menemui wanita tersebut yang sudah membawa koper kecil warna hitam.

Dikarenakan takut ketinggalan, wanita tersebut meminta Jumaidi untuk memasukan tas tersebut ke dalam tas dan ia pun tak sempat mengecek isinya. Namun wanita itu berkata isi koper merupakan pakaian untuknya.

Setibanya di Bandara Shanghai hendak menaiki pesawat, Jumaidi diperiksa di Boarding Pass. Ketika itulah, polisi Bea Cukai Bandara menemukan 2,5 Kg shabu yang tersimpan di dalam pakaian tersebut.korankito.com/depe/drsd