Bak Kelompok ISIS, Komplotan Begal Ini Tembak Kepala Korban dari Belakang

Komplotan begal sadis yang berhasil ditangkap anggota Polda Sumsel.foto/krdo

Palembang-Komplotan begal sadis berhasil diringkus jajaran Polda Sumsel. Lima dari delapan pelaku berhasil ditangkap Dir Reskrium Polda Sumsel. Satu di antaranya tewas ditembak dalam baku tembak. Satu pelaku lainnya tewas tenggelam setelah kabur dari sergapan petugas.

Pelaku yang tewas dalam baku tembak adalah Suwarno alias Warno (23). Sedangkan pelaku yang tewas tenggelam adalah Minok yang jenazahnya masih dicari polisi. Sementara tiga tersangka yang berhasil ditangkap adalah Junarso (39), Paryadi (41), dan Sugiman (29).

Komplotan ini bisa dibilang sangat sadis. Bahkan saking sadisnya komplotan begal ini, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengibaratkan dengan kesadisan kelompok militan ISIS.

“Mereka ini dikenal sangat biadab. Aksi yang dilakukan mereka terbilang hampir menyerupai ISIS. Alhamdulillah lima dari delapan tersangka berhasil dibekuk oleh Tim Rimau,” ungkap Agung, Kamis (30/3).

Jalur operasi komplotan ini diketahui kerap kali beraksi di sejumlah provinsi, seperti Jambi, Sumsel, dan Bengkulu. Bisa dibilang mereka merupakan perampok sadis lintas Provinsi yang sasarannya adalah pengendara mobil dan sepeda motor dengan modus merampok beramai-ramai menggunakan senjata. “Jika beraksi mereka selalu bersama-sama, anggotanya delapan orang. Kami masih padukan dengan LP di polda lain,” ujarnya.

Dir Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Prasetijo Utomo menambahkan, para tersangka terlibat dalam perampokan pengusaha karet di Desa Bumi Makmur, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musirawas, Maret 2017.

Edi Yus (30) dan Patri Husein (25) yang merupakan pengusaha karet tewas ditembak di bagian kepala. Sedangkan satu korban lain yakni Pahendra (22) selamat meski juga terkena tembakan. Setelah ditembak, para korban dilempar ke sungai oleh pelaku dan uang sebesar Rp86,1 juta serta mobil truk dibawa kabur oleh para pelaku.

“Kebetulan satu korban selamat dan kita dapatkan keterangan. Ciri-ciri para pelaku terungkap dan akhirnya kita bekuk,” katanya.

Modus yang digunakan adalah menghubungi pelaku lain untuk mengetahui korban yang sedang menjual​ karet ke Palembang. Kemudian, mereka menunggu korban di jalanan sepi dengan mengendarai mobil dan motor.

Begitu korban melintas, para pelaku berpura-pura meminta bantuan karena mobilnya mogok. Lalu, pelaku menodongkan pistol rakitan ke semua korban dan menggiringnya ke dekat sungai.

Para korban dibariskan berjajar menghadap arah sungai dengan tangan terikat. Dari belakang, pelaku menembak kepala masing-masing korban sebanyak dua kali dan selanjutnya dilempar ke sungai.

“Makanya Kapolda bilang mirip ISIS, karena memang sadis, digiring, ditembak dari belakang, dan dibuang ke sungai. Ini memang telah direncanakan para tersangka,” pungkasnya.korankito.com/krdo/drsd