Komplotan Begal ABG Sadis Saat Beraksi

Para pelaku begal yang masih ABG serta seorang penadah motor curian bersama barang buktinya berhasil diamankan aparat kepolisian Polres Empatlawang.foto/rodi

Empatlawang-Belum 24 jam menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Empatlawang, AKP Robi Sugara, berhasil mengungkap pelaku begal. Termasuk pelaku begal terhadap karyawan RSUD di jalan poros Tebing Tinggi-Pendopo.

Penangkapan terhadap tujuh orang tersangka pelaku begal  dan satu orang penadah ini, dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Robi Sugara, di rumah masing-masing tersangka.

Ketujuh tersangka, masing-masing berinisial MS (15), warga simpang TVRI Talang Banyu, Kelurahan Tanjung Kupang Kecamatan Tebing Tinggi, SC (15), warga Sungai Payang, Kelurahan Tanjung Kupang Kecamatan Tebing Tinggi, JA (15), warga Perumnas Budidaya Kecamatan Tebing Tinggi, SH (13), warga Sungai Payang, Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Dedek (19), warga Sido Makmur, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat.

Kemudian, Dendi Suganda (18), warga Simpang Relly Talang banyu Kecamatan Tebing Tinggi, Rahma Ronaldo (18) alias Dona, warga Sungai Payang, Kecamatan Tebing Tinggi. Dan satu pelaku penadah, Slamet (46), warga  Sungai Payang Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi.

Kapolres Empatlawang AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasat Reskrim AKP Robi Sugara mengatakan, modus yang digunakan pelaku sebelum menjalankan aksinya, terlebih dahulu mengintai korban yang menggunakan sepeda motor. Ketika korban lewat, langsung dihadang, bila korban melawan  langsung dibacok oleh para pelaku.

“Mereka jika berhasil mendapat motor terlebih dahulu bersembunyi, jika kondisi sudah dianggap aman, pelaku langsung menjualnya kepada penadah Slamet. Dalam melakukan aksinya, mereka ini menggunakan sajam dan senpi,” kata Robi, Selasa (28/3).

Selain delapan tersangka tersebut, kata Robi, masih ada satu tersangka berinisial RG yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). “Yang masih DPO, kami sarankan untuk menyerahkan diri,” imbuhnya.

Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat dan juga hasil penyelidikan sebelumnya terhadap pelaku yang sering melakukan tindak pidana kejahatan.

“Tidak perlu waktu lama setelah mendapatkan informasi tersebut, saya bersama anggota langsung melakukan penangkapan terhadap MS di rumahnya. Berdasarkan hasil lidik, tersangka ini melakukan curas di jalan poros bersama teman-temannya, setelah dilakukan interogasi terhadap tersangka, selanjutnya dilakukan pengembangan kasus untuk mengungkap tersangka lainnya. Alhasil tujuh tersangka berhasil kita amankan,” ungkapnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan, berupa sebilah pedang, lalu satu unit motor Honda Scoopy, dan satu unit motor Honda Revo.

“Saat ini pelaku berikut barang bukti telah kita amankan di Mapolres Empatlawang, untuk dilakukan pengembangan dan upaya pengungkapan tersangka yang masih DPO,” ujar Robi seraya berharap kerjasama masyarakat dalam menindak kriminalitas di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

Sementara itu tersangka Dona, mengaku, selama menjadi begal sejak tahun 2013, sudah tiga korban yang ia lukai menggunakan pedang.

“Kalau karyawan RSUD itu saya ancam dengan sajam di lehernya. Setelah berhasil membawa lari sepeda motor dan tas korban, kami terlebih dahulu bersembunyi di kebun sawit Jalan Poros, lalu kami menjual motor itu. Satu unit motor kami jual di Kikim dan satunya lagi kami jual di Kecamatan Talang Padang. Dari kedua motor itu, satu motor kami jual Rp2,5 juta dan satu lagi Rp2 juta,” akunya.

Korban kekejaman kelompok Dona ini berjumlah 12 orang, jumlah itu pun hanya yang ia ingat. “Yang aku ingat sudah 12 kali melakukan begal, tiga di antaranya saya lukai karena takut tidak dapat motornya,” katanya.

Dona sendiri merupakan otak kejahatan begal, sebab dari pengakuan tersangka lainnya hanya diajak oleh Dona. Jika tidak mau ikut, Dona akan memukul temannya. “Aku ini diajak Dona, kalau tidak mau dia memukuli saya,” ujar tersangka berinisial MS.korankito.com/rodi/drsd