Sebelum Tewas Dalam Diksar Unsri, Taufik Merasakan Ajalnya Kian Dekat

Sebelum tewas, Taufik menulis pesan kepada temannya lewat akun facebook.ejak

Palembang-Salah satu korban yang tewas tenggelam saat mengikuti pendidikan dasar (diksar) Universitas Sriwijaya (Unsri), M Taufik Hidayat (19), sudah merasakan ajalnya yang kian dekat. Hal ini bisa dilihat dari perbincangan dengan sahabatnya semasa SMA di akun facebook-nya.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu teman semasa sekolahnya di SMA YPI Tunas Bangsa Palembang, Idhal, pada waktu ia berulang tahun 26 Februari 2017. Taufik sempat menuliskan pesan di akun facebook-nya secara pribadi kepada Ki Agus Ahmad Edoward yang juga teman dekatnya bahwa ia makin dekat dengan kematiannya.

Haha iyo do betapa semakin dekat aku dengan kematian do, betapa cepatnya dunia berputar dengan aku yang penuh dosa, mokasih yo do jadi yang pertamo ngiingeti aku semakin tuo,” tulisnya melalui pesan pribadi di akun facebook-nya.

Suasana mengantar jenazah dari rumah duka ke TPU Talang Kerikil, Palembang.foto/ejak

Idhal menambahkan, ia terakhir bertemu dengan almarhum pada enam bulan lalu dan terakhir kontak pada Jumat (24/03) malam di grup Line. Dalam obrolan tersebut Taufik ingin bertemu semua anggota grup tersebut yang merupakan temannya semasa SMA, pada hari Minggu (26/03). Bahkan ia sempat menuliskan pesan di grup line agar seluruh rekannya menjadi abdi negara yang baik.

“Di obrolan grup tersebut almarhum mengatakan ia akan pulang pada hari Minggu (26/03), ia mau pulang dan ngajak kami ketemuan. Namun sayangnya yang pulang hanya jenazahnya saja,” sesal Idhal atas kepergian sahabat karibnya di rumah duka, Senin (27/03).

Idhal dan para rekannya yang hadir di rumah duka Jalan Angakatan 66/Super Semar lorong Kalpataru 1 nomor 19, RT34/07, kelurahan Pipa Reja Kecamatan Kemuning, untuk mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Talang kerikil Palembang.

Selain itu, Idhal menjelaskan, almarhum adalah sosok yang polos, baik dan cerdas sebab ia bisa masuk di Unsri melalui jalur undangan tanpa tes. “Almarhum itu polos dan belum pernah pacaran. Bahkan bermotor saja baru bisa diwaktu kelas tiga SMA,” ujarnya mengenang sahabatnya itu.korankito.com/ejak/drsd