Bisa Dipercaya

Ikut Aksi Curanmor, Roni Diberi Imbalan Rp 100 Ribu

Palembang-Nur Roni (33) kini harus berurusan dengan anggota Polsek IT ll Palembang usai dirinya terbukti terlibat melakukan sejumlah tindak pidana pencurian sepeda motor.

Dalam aksi tersebut, tersangka mengaku hanya diberi uang Rp 100 ribu untuk setiap kali ikut aksi pencurian motor oleh UJ dan IR (DPO).

Berita Sejenis

Mengejar Impian Demi Sang Ayah

Sumsel Bakal Ciptakan Pramuka Berwawasan Ilmiah

Meilia : Utamakan Penunjang Akademik Mahasiswa

1 daripada 3.100

Selain bertugas mengawasi sekitar lokasi,  Nur juga diajak untuk ikut menjual motor curian tersebut. Bahkan, motor curian itu selalu dijual ke daerah PALI dengan dikendarai langsung ke daerah tersebut.

“Tiap kali kami bagi hasil, saya cuma dapat jatah cuma Rp 100 ribu. Katanya uang sudah digunakaan untuk makan dan ongkos,” ujarnya saat diamankan di Polsek IT II Palembang, Senin (27/3).

Tersangka yang tercatat sbagai warga Rantau Bayur Banyuasin ini mengaku, sudah beberapa kali dirinya selalu ikut beraksi melakukan pencurian kendaraan bermotor di wilayah Palembang bersama UJ dan IR.

“Alasan saya dikasih Rp 100 ribu karena tugas saya ringan pak, hanya mengawasi dan ikut bawa motor jadi hanya dapat seperti itu. Pernah minta lebih tetapi tidak diberikan. Uang itu habis untuk beli rokok dan makan saja,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek IT II Palembang Kompol M Hadiwijaya didampingi Kanit Reskrim Ipda Andre menuturkan, tersangka ditangkap setelah ada laporan dari korban dan sempat melihat ciri-ciri korban ketika beraksi.

“Dari tangan tersangka, kami amankan motor yang hendak dibawanya ke daerah PALI. Sedangkan pelaku lain masih dalam pengejaran kami,” jelas Hadi.

Untuk saat ini pihaknya masih terus menunggu laporan-laporan korban yang lain. “Mereka ini spesialis. Untuk itu tersangka kita jerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara,” pungkasnya. (koranito.com/krdo/fran)