Dua Jambret Nyaris Tewas Diamuk Massa

Dua tersangka jambret dirawat di rumah sakit setelah menjadi bulan-bulanan bogem mentah warga.foto/deny

Palembang-AD (17) dan RN (17), nyaris tewas setelah keduanya diamuk warga di Jalan KH Balqi, Lorong Banten III, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II, Palembang, Senin (27/3) sekitar pukul 11.00.

Kedua warga Lorong Budiman, Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju Palembang ini kedapatan menjambret ponsel milik Frisca Devi Aranti (23), mahasiswi Universitas Muhammadiyah, Palembang.

Berdasarkan keterangan Devi, perbuatan kedua tersangka berawal ketika ia sedang berjalan di tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian, datang AD dan RN mengendarai sepeda motor Honda Beat putih.

“Waktu itu, saya mau pergi ke posko untuk KKL di Banten VI, jalan kaki sambil main ponsel. Setelah itu, mereka datang dan langsung merampas ponsel yang saya pegang,” jelasnya saat ditemui di Polsek SU II, Palembang.

Mendapati ponselnya dirampas oleh kedua pelaku, Devi menjerit minta tolong hingga mengundang perhatian warga sekitar. Hingga akhirnya, kedua pelaku berhasil ditangkap dan sempat menjadi bulan-bulanan warga.

“Saya tidak lihat sepeda motor mereka terjatuh atau kenapa. Pastinya, mereka sudah ditangkap dan dipukuli oleh warga,” kata wanita yang tinggal di Jalan Jendral Ahmad Yani, Lorong Bahagia, Kecamatan SU I, Palembang.

Kapolsek SU II Palembang Kompol Okto Iwan Setiawan membenarkan adanya pelaku jambret yang diamuk massa. Beruntung, saat kejadian anggotanya sedang melakukan patroli dan menyelamatkan para tersangka.

“Saat ini kedua pelaku sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit Muhammadiyah Palembang, kondisinya satu belum sadarkan diri dan satunya mengalami luka berat,” katanya.

Barang bukti yang diamankan berupa satu unit sepeda motor Honda Beat BG 4069 AAE yang digunakan pelaku untuk beraksi, serta ponsel Oppo J3 milik korban.

“Korban sudah membuat laporan, setelah mendapatkan perawatan nanti kedua tersangka akan kita amankan di Polsek dan dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,” tuturnya.

Tersangka AD mengakui perbuatannya. “Iya, kami yang merampasnya. Rencananya, kalau berhasil tadi ponselnya mau kami jual dan uangnya untuk jajan,” katanya.korankito.com/depe/drsd