Dua Gubuk Liar Dibongkar Sat Pol PP

Petugas Sat Pol PP Kota Palembang membongkar gubuk liar yang dibangun di atas DAS. Foto/Amel

Palembang – Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol) PP Kota Palembang melakukan pembongkaran terhadap dua gubuk yang berada di atas daerah aliran sungai (DAS), di sepanjang Jalan Gubernur H. Bastari, Jakabaring, tepatnya di Jalan perbatasan Palembang – Banyuasin, Senin (27/3).

Kepala Sat Pol PP melalui Kasi Ops Sat Pol PP Kota Palembang Heri Andriadi mengatakan, gubuk tersebut baru saja akan dibangun dan diperuntukkan untuk warung makan pinggir jalan dan tempat tampal ban.

Sebelumnya dua gubuk ini berada di seberang perbatasan Palembang dan Banyuasin. “Entah karena lagi pembangunan LRT, mereka pindah ke area seberang yang otomatis masuk wilayah Palembang,” katanya usai pembongkaran.

Dari kedua gubuk tersebut jelas Heri, baru satu yang dilakukan pembongkaran secara keseluruhan. Sedangkan yang satunya lagi, pihaknya memberikan batas waktu kepada pemilik selama tiga hari untuk membongkar sendiri gubuknya.

Jika dalam waktu tiga hari tidak membongkar, pihaknya akan turun lagi untuk membongkar habis gubuk tersebut. Hal ini dilakukan agar menjadi efek jera bagi warga lainnya untuk tidak membangun gubuk di pinggir jalan atau di atas DAS.

“Sebelumnya pemilik gubuk sudah beberapa kali diberi peringatan secara lisan.Kita sudah peringatkan secara lisan untuk tidak meneruskan pembangunan. Tapi pemilik masih saja meneruskan pembangunan. Akhirnya ya kita bongkar paksa,” katanya.

Heri menjelaskan, sudah seharusnya gubuk tersebut dibongkar, mengingat selain berada di atas DAS, keberadaan gubuk menjelang Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018 harus ditertibkan. Agar saat pelaksanaan kegiatan tersebut, Kota Palembang sudah lebih rapi dan tidak tampak kumuh.

“Kami akan kembali melakukan pembongkaran gubuk liar lainnya yang berada di sepanjang Jalan Gubernur H. Bastarai Jakabaring. Berdasarkan pendataan, masih ada 50 gubuk liar di sepanjang jalan itu yang harus dibongkar,” bebernya.

Pihaknya akan mengupayakan penertiban yang dimulai dari perbatasan hingga simpanh Polresta ini selesai pada 2017. “Setelah itu kita akan rutin patroli untuk mengawasi jangan sampai warga membangun kembali ,” tuksanya. (korankito.com/amel/frns)