Bisa Dipercaya

Palembang Dikepung Banjir dan Kemacetan

 

Salah satu titik banjir dan kemacetan di Kota Palembang setelah diguyur hujan deras.foto/amel

Palembang – Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang sejak pukul 11.00, Minggu (26/3), menyebabkan sejumlah kawasan di Palembang terkepung banjir. Seperti di Simpang Polda, Sekip, Jl R Soekamto, Jl Kol Barlian, Jl Residen Abdul Rozak, Jl Angkatan 45, Jl Sukabangun II dan Celentang.

Berita Sejenis
1 daripada 5

Pantauan di lapangan, mobil dan motor yang melintas di kawasan yang banjir, banyak yang mogok. Akibatnya, kemacetan panjang tidak bisa dihindari.

“Hujannya sangat deras, akibatnya banjir dimana-mana. Motor saya juga mogok,” kata Dedi, warga Sekojo saat melintas di Jalan Residen Abdul Rozak

Hal senada diungkapkan Rianti, warga Kalidoni. “Tadi sudah melintas di Jl MP Mangkunegara, tepatnya di kawasan Kenten Permai, ternyata banjir. Lalu memutar di Sukabangun II, ternyata banjir juga,” katanya.

Menanggapi banyak titik banjir Kota Palembang, Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Palembang Saiful mengungkapkan, untuk mengatasi banjir, Pemkot bersama Balai Sungai Sumatera VIII sedang mengupayakan pembangunan rumah pompa di muara Sungai Bendung. Pembangunan ini memang masih terkendala permasalahan lahan, karena ada 8 persil lagi yang belum dibebaskan.

“Tapi, kita akan berupaya untuk secepatnya menyelesaikan ini. Nantinya ada 6 unit pompa dengan kapasitas 18 meter kubik. Jadi nanti pompa akan berfungsi jika permukaan air Sungai Musi tinggi maka pintu air akan ditutup. Nah, air yang dari dalam kota akan dipompa ke dalam kolam buatan sehingga air tersebut tidak mengalir keluar dan menjadi genangan,” ujarnya, Minggu (26/3)

Selain itu, kata Saiful, juga akan dilakukan rekon saluran air di Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan Universitas Muhammadiyah, normalisasi kolam retensi IBA dan di Jalan Demang Lebar Daun.

“Untuk kawasan Residen Abdul Rozak dan Jl Mayor Zen itu akan dilakukan normalisasi di daerah aliran sungai (DAS) Buah. Yakni Sungai Juaro dan Sungai Buah, sehingga bisa mengurangi genangan di Residen Abdul Rozak,” katanya.

Namun, usaha pemerintah tidak akan maksimal jika tidak didukung partisipasi masyarakat. “Kita harapkan masyarakat lebih peduli terutama untuk menjaga sungai. Jangan ada lagi yang membuang sampah di sungai, selain mencemari sungai juga memicu banjir karena sungai mendangkal,” harapnya. korankito.com/amel/drsd