Gauli Gadis Bisu Hingga Hamil 7 Bulan, Dua Pria Diamankan Polisi

Dua pria yang menghamili gadis bisa saat diamankan di Polresta Palembang.foto/depe

Palembang- Mansah (37) dan temannya Sarman (41), warga Kampung Serang, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Sematang Borang, harus berurusan dengan  Polresta Palembang.  Pasalnya, keduanya telah memperkosa gadis tuna wicara berinisial NN (19) di kebun karet, tak jauh dari kediaman para tersangka.

Mirisnya, Mansah yang masih kakak ipar korban, mengaku sudah delapan kali berhubungan badan dengan NN. “Seingat saya delapan kali,” katanya di ruang SPKT Polresta Palembang, Sabtu (25/3) malam.

Menurut Mansah, perbuatannya itu terjadi sejak pertengahan 2016. Saat itu, korban bersama dirinya sedang mengambil kayu bakar di tempat kejadian perkara (TKP).

“Awalnya kami berdua sedang mencari kayu bakar, lalu dia saya ajak berhubungan badan dan dia mau. Tidak saya paksa, bener kami sama-sama suka,” katanya

Setelah kejadian pertama itu, temannya Sarman ingin juga menggauli korban. Mereka kemudian mengambil kayu bakar dan keduanya kembali berhubungan badan dengan NN.

“Saya yang pertama, setelah selasai giliran Sarman. Saya melihat sendiri, kalau dia berbuat juga. Kemudian, saya tinggalkan mereka berdua di sana, saya kembali cari kayu bakar,” tambahnya.

Mansah menambahkan, terakhir ia berbuat terhadap NN sekitar seminggu yang lalu. “Harinya lupa, saya siap menikahinya mempertanggungjawabkan perbuatan saya, tetapi mereka tidak mau,” katanya.

Sementara itu, Sarman mengatakan, ia tidak melakukan hal tersebut kepada korban. “Saya tidak melakukannya, hanya sekali itu pun baru mau melakukannya. Nian, sumpah saya tidak melakukannya,” elak Sarman.

Atas perbuatan kedua tersangka, NN saat ini hamil tujuh bulan. Tak senang dengan perbuatan Mansah dan Sarman, pihak keluarga korban menyerahkan ke para pelaku ke Polresta Palembang.

Seorang keluarga korban yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, ia mengetahui korban hamil, setelah seseorang berkata akan ada masalah besar yang akan menimpa keluarganya dan sulit untuk diselesaikan.

“Setelah kami desak, ternyata dia bilang korban hamil. Kami tanya dengan korban, kalau yang telah berbuat tidak senonoh kepadanya siapa, lalu dia nunjuk Mansah. Lalu, kami interogasi sedikit, Mansah bilang kalau Sarman juga ikut,” katanya.

“Kami tidak senang dengan perbuatanya, makanya kami bawa dia ke Polsek Sako, dan dibawa ke sini. Kami berharap mereka dihukum yang seberat-beratnya,” harap pria perawakan gemuk itu.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede membenarkan pihaknya sudah menerima penyerahan tersangka dari Polsek Sako. “Akan kami dalami terlebih dahulu dan memintai keterangan korban,” tutupnya.korankito.com/depe/drsd