Tiga Mahasiswa Unsri Siap Taklukkan Tujuh Puncak Dunia

TAKLUKKAN TUJUH PUNCAK : Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Kafrawi menerima bendera Merah Putih dari  tiga mahasiswa Unsri yang akan berangkat mendaki tujuh puncak dunia, Jumat (24/3). Foto/Yulia S

Palembang – Tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Pecinta Alam (Mafesripala) siap taklukkan tujuh puncak tertinggi di dunia.

Pada edisi pertama, Maret 2017 ini, mereka akan berjuang memuncaki titik tertinggi di Pegunungan Jaya Wijaya, Papua, yakni Puncak Jaya atau yang lebih dikenal dengan Carstenz Pyramid (4.884 mdpl).

Ketiga mahasiswa tersebut yakni, Rahmat Dwi kurniawan, Muhammad Razaq dan Adhim Riveldi, akan menjadi yang pertama secara resmi dalam sejarah mahasiswa pecinta alam (MAPALA) di kampus yang berada di Palembang bahkan Sumsel. Pendakian, dijadwalkan berlangsung selama sekitar 16 hari, dengan kondisi medan yang menantang. “Persiapan telah kami lakukan sejak jauh hari. Saat ini yang kami butuhkan tinggal doa dari masyarakat Palembang dan Sumsel. Kami akan berusaha maksimal,” kata ketua tim ekspedisi Rahmat, Jumat (24/3)

Dukungan muncul dari berbagai pihak, atas kegiatan Mafesripala Palembang Emas Seven Summit Xpedition 2017 – Carstenz Pyramid Series.  Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) Anis Saggaff mengungkapkan, pendakian menuju tujuh puncak dunia ini juga akan mengimbangi capaian Unsri sebagai World Class University.

Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Kafrawi mengungkapkan, semangat yang dimiliki pecinta alam ini menunjukkan semangat gotong royong yang merupakan nilai luhur dan budaya bangsa. ‘’Diharapkan para peserta bisa menjadi kebanggaan selayaknya emas, sesuai dengan tema kegiatan,’’ paparnya, saat beraudensi dengan tim Mafesripala, Jumat (24/3).

Sedangkan Ketua Umum Mafesripala, Nikadek Siska Dwi Diantari didampingi Ketua Pelaksana Jefry Wellyando mengatakan, menggemakan Unsri dan Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018, menjadi salah satu alasan dilakukannya kegiatan ini. Sekembalinya para atlet nanti, pihaknya akan mempersiapkan pendakian berikutnya. “Dengan kegiatan ini, kami berusaha menunjukkan jika Mapala itu mampu berbuat positif, berprestasi dan membanggakan. Dengan kepercayaan yang diberikan oleh universitas dan pemerintah, kami juga mengajak rekan-rekan pecinta alam yang lain untuk memberi kontribusi positif bagi kemajuan bangsa sebagai generasi muda,” tukasnya. korankito.com/amel/syym