Tiga Hari Tenggelam, Jenazah Yensi Akhirnya Ditemukan

Jenazah Yensi yang ditemukan petugas setelah tiga hari tenggelam.foto/dhia

Musirawas-Jenazah Yensi (30), korban tenggelam bersama kedua putranya, Reza (4) dan Alif balita berusia delapan bulan, saat menyeberang di Sungai Kelingi, WIB akhirnya ditemukan, Jumat (24/3).

Jenazah Yensi ditemukan empat kilometer dari lokasi tenggelam oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu Badan SAR Nasional (Basarnas) dan warga setempat.

Saat ditemukan jenazah Yensi masih mengenakan kaos lengan panjang warna hijau, celana panjang merah, serta kemban gendong anak warna merah. Tubuhnya juga sudah mengembung dan mengeluarkan bau menyengat.

Jenazah Yensi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Muara Beliti, tak jauh dari makam kedua putranya yang sudah lebih dahulu ditemukan pada Rabu (23/3).

“Visum ini untuk mengetahui apakah mereka bertiga itu meninggal murni tenggelam atau bukan, mengingat saat kejadian tak satu pun warga yang melihat kejadian itu, kecuali, suaminya Mori. Jadi ketika jenazah sudah divisum semuanya bisa terungkap,” ujar Muin (53), kakak ipar Yensi‎.

Kerabat korban lainnya, Edi Yoso, menegaskan, alasan pihak keluarga melakukan visum jenazah Yensi karena pihak keluarga merasa ada kejanggalan. Sebab saat kejadian hanya suami Yensi yang selamat, sedangkan Yensi dan dua putranya meninggal dunia.

“Alasan divisum, guna mengetahui apakah benar itu meninggal karena tenggelam atau motif lainnya. Kita hanya memastikan itu, jika benar dugaan kita mereka bertiga bukan tenggelam biasa, maka kita akan melanjutkan pada proses hukum,” singkatnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Kabupaten Mura, Paisol menerangkan, penemuan jenazah Yensi berkat penyisiran yang dilakukan oleh BPBD, Basarnas dan warga setempat.

“Setelah kita lakukan penyisiran, selama tiga hari akhirnya jenazah korban muncul dengan sendirinya. Anggota yang melihat itu bersama masyarakat langsung mengangkat jenazah korban dan mengevakuasinya, lalu mengantarnya ke rumah duka di Muara Beliti,” ucapnya.

Terpisah Kapolsek Muara Kelingi AKP Syafrudin menambahkan, proses visum yang diminta oleh pihak keluarga merupakan prosedur tetap saat penemuan sebuah jenazah. Meski pun pihak keluarga tidak meminta namun pihak kepolisian tetap akan melakukan visum.

“Dengan visum kita mengetahui dimana saja letak lukanya. Bahkan apabila hasil visum menunjukan ada indikasi kekerasan atau memang janggal, kita akan segera melakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.‎korankito.com/dhia/drsd