Petualangan Arifin, Sang Gembong Begal Berakhir di Rawa-rawa

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono dan Kasatreskrim Kompol Marully Pardede menunjukan barang bukti senjata api yang digunakan gembong begal Arifin.foto/depe

Palembang- Arifin Saleh (27), residivis kasus begal motor yang tewas ditembak anggota Satreskrim Polresta Palembang dalam penggrebekan di rawa-rawa Jalan Soak Bujang, Kecamatan Gandus, Palembang, ternyata sudah malang melintang di dunia kejahatan.

Data yang dihimpun Koran Kito, sedikitnya warga rumah susun (rusun) Blok 36, lantai IV, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang, sudah 17 kali melakukan kejahatan di wilayah hukum Polresta Palembang. Tahun 2016 setidaknya tersangka sudah tujuh kali melancarkan aksinya.

Berawal dari laporan masyarakat tanggal 29 April 2016 tentang kasus pencurian dengan kekerasan di Polsek Ilir Timur (IT) I Palembang. Kemudian, 13 April 2016 tersangka kembali dilaporkan dengan kasus pembunuhan terhadap Alfin Syarin Jaya di Polsek IB I Palembang.

Pada 29 April 2016, kembali laporan masuk ke Polsek IB I Palembang tentang pencurian dengan pemberatan yang dilakukan Arifin. Selanjutnya, tersangka kembali dilaporkan, pada 14 November, 13, 22, dan 27 Desember 2016 dengan kasus yang sama.

Pada 2017 tercatat tersangka sudah sepuluh kali beraksi. Tanggal 2 Januari menjadi awal petualangan pelaku dalam kejahatan pencurian dengan pemberatan. Laporan itu, masuk di Polsek IB I Palembang. Lalu, 13, 16, 24 Januari laporan yang sama kembali masuk.

Pada bulan Februari, Arifin tercatat melakukan tiga kali kejahatan, begitu juga pada bulan Maret di wilayah hukum Polsek IB I Palembang.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, sudah 17 kali beraksi kejahatan, mulai dari curanmor, begal sepeda motor dan pencurian dengan pemberatan di wilayah hukum Polresta Palembang,” jelas Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, Jumat (4/3) petang.

Dijelaskan Wahyu, tertangkapnya pelaku berawal dari adanya informasi masyarakat yang mengetahui persembunyian pelaku kejahatan berinisial AS tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku di kawasan Kertapati.

“Setelah berhasil ditangkap, kita lakukan pengembangan kasus. Tersangka diajak ke tempat persembunyian lainnya yang kita duga ada tersangka lainnya yang berkaitan dengan aksi AS ini,” jelasnya didampingi Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede.

Setibanya di lokasi, lanjutnya, pelaku ternyata masih menyembunyikan sepucuk senjata api rakitan berikut dua butir amunisinya. Lalu, AS mengambil senpi tersebut dan menyerang petugas kepolisian dengan cara menembak ke arah petugas.

“Tersangka menyerang petugas, bahkan sempat meletuskan senpira kearah petugas kita, untung saja tidak mengenai anggota. Melihat dia terus melakukan perlawanan, anggota kita terpaksa memberikan tindakan tegas, hingga pelaku terkapar,” tutur Wahyu.korankito.com/depe/drsd