Ciuman Ditolak, Pacar Pun Ditampar

Aldi, tersangka penganiayaan saat diamankan di Polda Sumsel.foto/kardo

Palembang-Yan Aldi Eka Putra (21), mahasiswa Poltek semester 6, harus berurusan dengan anggota Jatanras Polda Sumsel lantaran dianggap telah melakukan penganiayaan terhadap pacarnya.

Penganiayaan itu terjadi saat tersangka yang ingin mencium mesra kening sang pacar, Endah, ditolak mentah-mentah hingga keduanya terlibat cekcok. Ternyata bukan hanya cekcok mulut, Aledi naik pitam lalu menyerang sang pacar.

Dalam penganiayaan tersebut, lelaki yang tinggal di Inderalaya, Km35, Kabupaten Ogan Ilir, ini nekat mencekik, kemudian menampar wajah Endah sebanyak 4 kali. Kontan saja Gita menjerit minta tolong. Tak ayal para tetangga kos Endah di Jalan Lunjuk Jaya, Kecamatan IB l, Palembang jadi ramai, namun emosi watga berhasil diredam.

Endah tidak terima atas tindakan penganiayaan yang dilakukan Aldi. Tidak menunggu lama, Endah langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polda Sumsel. Hingga tersangka Aldi tak berkutik saat diringkus polisi di kampusnya.

Di hadapan petugas, Aldi mengaku saat kejadian ia datang ke tempat kos pacarnya untuk belajar dan mengerjakan tugas. Mereka memang telah menjalin asmara alias pacaran. Namun tiba-tiba Endah mengatakan ingin putus. Sontak Aldi kaget, ia memohon agar hubungan mereka tidak putus.

“Kami sudah lumayan lama pacaran. Karena saya sayang, jadi saya bermaksud mencium keningnya, tapi dia menolak dan teriak. Jadi aku panik dan emosi, kami ribut jadi aku pukul di wajahnya 4 kali,” katanya, saat diamankan di Mapolda Sumsel, Jumat (23/3).
Diakyui Aldi, selama pacaran dirinya jarang bermesraan dengan pacarnya hingga saat kejadian dirinya ingin sekali mencium Endah. “Cuma mau cium saja. Aku juga tidak mau putus,” ujarnya.

Dir Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Prastijo Utomo melalui Kasubdit III AKBP  Hans Rachmatullah menegaskan, pihaknya telah mengamankan tersangka penganiayaan tersebut.

“Ya dia memukul dan mencekik pacarnya, kita amankan setelah kejadian. Kita jerat pasal 351 KUHP dengan ancaman   hukuman 4 tahun pidana penjara,” tegas Hans.korankito.com/krdo/drsd