Cari Modal Untuk ke Macau, Hendra Jadi Jambret

Hendra alias Enja, tersangka jambret diamankan anggota Polsek Ilir Timur I.foto/depe

Palembang-Berdalih membutuhkan uang untuk berangkat ke luar negeri. Hendra Gunawan alias Enja (31), nekat menjambret seorang wanita bernama Putri Holijah, di Jalan Kapten Anwar Sastro, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Jumat (24/3) sekitar pukul 13.00.

Namun, belum sempat melarikan tas korban, motor Yamaha Vixion biru nopol BG 5828 ABI yang dikendarainya menabrak mobil milik Amanda Brownis. Enja pun sempat menjadi bulan-bulanan bogem mentah warga sekitar sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek IT I, Palembang.

“Saya butuh uang untuk berangkat ke Macau, karena saya mantan duta di Kuala Lumpur dan Singapura. Di Singapura, saya menjadi copet dan pernah ditahan selama empat bulan. Begitu juga di Kuala Lumpur jadi copet,” ujar Enja saat diamankan di Polsek IT I Palembang.

Menurut Enja, aksi jambret dilakukan sepulang dirinya menggadaikan emas dan rumah temannya yang berada di kawasan 26 Ilir, Kecamatan IB I Palembang. Namun, ketika itu dirinya tidak langsung pulang ke rumah melainkan berkeliling dulu.

Setibanya di lokasi kejadian, ia melihat korban sedang mengendarai sepeda motor. Ia pun menarik tas milik Putri. Enja sempat kabur dengan menerobos kemacetan di Jalan Kapten Anwar Sastro, Kecamatan IT I, Palembang.

“Tapi, pas di depan gedung Bina Praja saya menabrak mobil Amanda Brownis hingga saya terjatuh. Sempat ditolong warga karena mengira saya kecelakaan. Tetapi, mereka melihat ada senpi dan tas korban, tidak lama kemudian korban menjerit jambret. Jadi, saya dipukuli di sana,” terangnya.

Kapolsek IT I Palembang Kompol Rivanda didampingi Kanitreskrim Ipda Alkap membenarkan pihaknya sudah mengamankan tersangka jambret dengan barang bukti tas korban, sepeda motor, senpi rakitan jenis revolver plus empat butir amunisi.

“Awalnya, masyarakat mengira korban lakalantas dan ditolong oleh warga. Namun, warga melihat ada senpi yang kemudian diamankan oleh anggota kita. Tersangka ini, merupakan mantan residivis narkoba juga pernah menjadi duta. Untuk senpi, masih kita cek kepemilikannya,” pungkasnya. korankito.com/depe/drsd