Polda Sumsel Selidiki Pave Rasa Ganja

Kasubdit lll Ditres Narkoba Polda Sumsel AKBP Syahril Musa.ist

Palembang-Rokok elektronik yang sering disebut pave kini sudah merambah di kalangan anak-anak muda di kota Palembang. Tak sedikit masyarakat mulai membeli rokok elektronik yang memiliki varian rasa ini.

Namun, belum lama ini Indonesia dihebohkan dengan pave yang mempunyai varian rasa ganja. Hal tersebut membuat sejumlah instansi kepolisian melakukan penyelidikan terhadap rokok yang tebilang mahal tersebut.

Kasubdit lll Ditres Narkoba Polda Sumsel AKBP Syahril Musa, mengatakan, pave yang sudah mulai merambah semua kalangan masyarakat kini sudah banyak dijual secara bebas. Bahkan ia pun tak menampik kalau pave rasa ganja juga diperjualbelikan via online. Namun, ia menambahkan kalau pave yang dikabarkan mempunyai varian ganja tersebut tidak mengandung THC atau zat senyawa yang ada di dalam ganja.

“Kalau pave produk dari pabrik resmi itu tidak mengandung unsur ganja. Dan kita juga sudah melakukan pemeriksaan di Labfor dan ternyata negatif tidak ada THC,” ungkap Syahril, Kamis (23/3).

Diakuinya saat ini penggunaan pave rasa ganja masih simpang siur di masyarakat. Hal ini pun membuat ia beserta jajaran Labfor melakukan pemeriksaan. Akan tetapi ia tak menampik kalau sebenarnya memang ada pave yang mengandung zat THC yang ada di dalam ganja. Sebab, para pengedar narkoba selalu mempunyai segala cara untuk mengedarkannya di masyarakat.

“Dari beberapa botol sampel yang kita periksa itu negatif semua. Mungkin pave yang disebut-sebut mengandung zat THC itu sudah dimodifikasi sedemikian rupa oleh masyarakat sendiri dan diperjualbelikan kepada orang-orang,” katanya.

Selain itu, kalau pave produk pabrik resmi itu negatif mengandung zat narkoba. Lain halnya dengan masyarakat yang mengelola langsung ganja tersebut menjadi bahan untuk pave itu sendiri.  Dan, itu sudah masuk dalam kategori menyalahgunakan narkoba dan bisa dikenakan hukuman.

“Kalau ada masyarakat yang secara sengaja melakukan modifikasi terhadap ganja itu sendiri, itu sudah bisa dikenakan hukuman. Dan, saat ini kita masih melakukan penyelidikan apakah sudah ada masyarakat di Sumsel ini yang mengelola ganja menjadi bahan pave untuk dikonsumsi. Namun, saat ini belum ada laporan terkait hal tersebut,” ujar Syahril.korankito.com/krdo/drsd