Pajak Alat Berat PALI Belum Optimal

Tim gabungan saat menyisir alat berat yang belum membayar pajak.foto/imam

PALI-Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mulai mendata kendaraan berat seperti eskavator guna memaksimalkan potensi pendapatan daerah.

“Kami akan berupaya maksimal semaksimal mungkin untuk mendata kendaraan alat berat yang saat ini tengah beroperasi di sejumlah lokasi pertambangan, meski  hasilnya belum maksimal, “ ujar Dadang, Kepala UPTB Samsat.

Tim gabungan Samsat, Pol PP, dan Kecamatan Ralang Ubi, sempat mendatangi CV WIM dan PT Kris Jaya Perkasa Beton. Selain dua perusahan tersebut samsat kesulitan dalam pendataan karena ketika ditelusuri ternyata alat berat di kawasan Talang Ubi, kendaraan alat berat, pemiliknya tidak diketahui.

Dalam kesempatan tesebut Dadang, minta bagi pemilik alat berat tesebut, segera didaftarkan sehingga dapat ditelusuri apakah telah membayar pajak atau belum.

“Pajak kendaraan bermotor dari jenis alat berat belum dapat kami maksimalkan karena kendala-kendala itu. Potensi pajaknya kalau dimaksimalkan cukup besar,” katanya.

Kendaraan alat berat memang diharuskan membayar pajak karena sudah disyaratkan oleh undang-undang dan Pergub. Bahkan pelunasan pajak kendaraan alat berat menjadi salah satu syarat mengikuti proses lelang proyek.

“Saat ini kami memang belum maksimal dalam mengoptimalikan pajak jenis ini. Tapi ke depan sudah harus bersifat pemaksaan, apalagi Pergub mulai tegas menyangkut hal ini,” katanya.

Penerapan sanksinya, apabila tidak membayar pajak akan dilakukan penyitaan, bahkan ketika wajib pajak tidak membayar pajak bisa dikenakan aturan penggelapan pajak.korankito.com/imam/drsd