Mantan Kadisdik Banyuasin Divonis Empat Tahun

Terdakwa Umar Usman mantan Kadisdik Kabupaten Banyuasin (berdiri menggunakan kemeja putih), usai divonis empat tahun penjara. Foto/Ria

Palembang – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Negeri Palembang menjatuhkan hukuman penjara selama empat tahun penjara terhadap terdakwa Umar Usman. Mantan Kadisdik Kabupaten Banyuasin ini terbukti melanggar pasal Pasal 12 huruf A jo pasal 55 ayat I UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

“Mengadili, dan menyatakan Umar Usman secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana selama 4 tahun penjara dan membayar denda Rp 200 juta,” tegas majelis hakim di muka persidangan, Kamis (23/3).

Dan apabila terdakwa Umar Usman tidak membayar denda, lanjut majelis hakim, akan diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan. Selain itu terdakwa tetap berada di bawah penahanan.

Dalam putusannya, majelis hakim menilai, meskipun Umar Usman tidak secara langsung melakukan tindak pidana korupsi, namun ia memiliki peran sebagai perantara pencari dana untuk Bupati Banyuasin non aktif Yan Anton Ferdian.

“Apa yang telah dilakukan oleh terdakwa sebagai abdi negara, kontraproduktif dengan upaya pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas tindakan korupsi,” ujar majelis.

Vonis majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan JPU KPK dalam sidang tuntutan sebelumnya, yang menuntut terdakwa Umar Usman selama lima tahun penjara dengan denda sebesar Rp 200 juta subsidai tiga bulan kurungan.

Atas putusan yang telah dijatuhkan majelis halim, terdakwa Umar Usman menyatakan menerima putusan vonis yang dijatuhkan atas dirinya. “Dengan ini saya nyatakan menerima putusan vonis ini yang mulia,” tukasnya. (korankito.com/ria)