Diduga Jambret, Dua Pemuda Ditangkap Sabhara

Dua pemuda yang diduga hendak menjambret diamankan anggota Satuan Sabhara Polresta PPalembang.foto/depe

Palembang-Diduga hendak melakukan aksi jambret, Nurmansyah dan Robert Sanjaya (18), ditangkap anggota Satuan Sabhara Polresta Palembang, Rabu (22/3) petang.

Kedua pemuda yang mengaku tinggal di Jalan Kemas Rindo, Lorong Setia, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati Palembang kini harus merasakan dinginnya balik jeruji besi Mapolresta Palembang.

Berdasarkan data yang dihimpun, kedua tersangka beraksi di Jalan HA Bastari, Kecamatan SU I, Palembang. Ketika itu, korban Ratih Rosarani (28) dan Ria Rita (29) sedang mengendarai sepeda motor hendak memasuki gerbang perumahan Ogan Permata Indah (OPI). Kedua pelaku yang juga mengendarai sepeda motor Honda BG 6717 AAI langsung memepet korban.

Tangan Robert yang ketika itu sedang dibonceng mencoba merogoh boks sepeda motor bagian depan untuk mengambil dompet milik korban. Ulah tersangka diketahui Ratih hingga ia menjerit minta tolong.

“Saya lihat tangan dia masuk ambil dompet saya, langsung saja saya tepis dan berteriak maling,” ucap korban saat ditemui di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Karena teriakan korban, kawanan pelaku mencoba kabur dengan memacu sepeda motornya. Namun, keduanya harus terjatuh setelah Nurmansyah tidak dapat mengendalikan sepeda motor tersebut

“Mereka lari, tetapi terjatuh. Sempat mau dipukuli warga, namun satu tersangka mengaku kalau anak anggota polisi,” tambah warga perumahan OPI, Kecamatan SU I Palembang ini.

Saat bersamaan, petugas Satuan Sabhara Polresta Palembang sedang melakukan patroli dan melintas di lokasi kejadian sehingga keduanya langsung diamankan.
“Keduanya diduga pelaku jambret ini, sudah kita amankan dan akan segera kita serahkan ke Satreskrim untuk pengembangan lebih lanjut,” jelas Kasat Sabhara Kompol Rachmat Syawal Pakpahan.

Sementara itu, tersangka Nurmansyah membantah dirinya melakukan aksi penjambretan tersebut. Menurutnya, ketika itu ia memepet korban dikarenakan menghindari mobil yang berada di sisi jalan lainnya.

“Dia (korban) salah sangka. Saat itu kami cuma ingin menghindari mobil yang hendak mendahului kami, jadi kami memepet motornya. Saat itu, kami justru diteriaki jambret,” kata tersangka.

Tersangka mengaku, mendengar teriakan itu dirinya gugup sehingga menyenggol sepeda motor korban. “Kami bukan mau kabur, tapi motor kami dan motor ibu itu bersenggolan makanya kami jatuh,” kilahnya.korankito.com/denny/drsd