Bisa Dipercaya

Presiden Jokowi Minta Sumsel Selesaikan Pembangunan Infrastruktur

Rapat Terbatas (Ratas) membahas evaluasi proyek strategis nasional dan program prioritas Sumsel di kantor presiden, Selasa (21/3) foto/hms

Jakarta-Presiden RI Joko Widodo meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera menyelesaikan segala pembangunan infrastruktur  yang ada di Sumsel, hal ini disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas (Ratas) membahas evaluasi proyek strategis nasional dan program prioritas Sumsel di kantor presiden, Selasa (21/3).

Gubernur Sumsel saat mengikuti rapat terbatas (Ratas) membahas evaluasi proyek strategis nasional dan program prioritas Sumsel di kantor presiden, Selasa (21/3) foto/hms
Berita Sejenis
1 daripada 2

Ratas ini dihadiri Gubernur Sumsel Ir. H. Alex Noerdin beserta Plt. Sekda Provinsi Sumsel Joko Imam sentosa, Kepala Bappeda Provinsi Sumsel Ekowati Retnaningsih, Kepala PMU KEK TAA Sumsel Regina serta menteri kabinet kerja terkait diantaranya Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Kesehatan Nila F. Moloek, Menristek Dikti M. Nasir, Menkominfo Rudiantara, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi.

Dalam ratas Jokowi memberikan beberapa arahan yang harus segera dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sumsel yakni  meminta konsentrasi selesaikan pembangunan infrastruktur transportasi dan kelancaran konektivitas antar wilayah dan daerah, konektivitas tersebut meliputi  pembangunan jalan Tol, jalur Kereta Api dan LRT pasalnya dibutuhkan untuk menopang pergerakan ekonomi dan mendukung pelaksanaan Asian Games 2018,

 

Presiden meminta percepatan pembangunan KEK TAA dan kemungkinan pengembangan kawasan Tanjung Carat, KEK TAA diyakini akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menciptakan pertumbuhan ekonomi serta dapat dikembangkan untuk menampung minat investasi industri pengolahan, otomotif, elektronik dan manufaktur.

Selain itu, Jokowi juga meminta Sumsel segera melakukan penguatan produktifitas sektor pertanian dan peningkatan nilai tukar petani serta harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Sebab, Nilai tukar petani selalu dibawah indeks 100 dan cenderung menurun.  “ kita perlu kerja keras untuk mensejahterakan petani Sumsel,” Kata Jokowi.
“Ini artinya kita harus bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatera Selatan,”  terang Presiden.

Sementara terkait  industri pengolahan, walaupun memiliki kontribusi yang semakin besar di dalam perekonomian Sumatera Selatan, menurut Presiden Jokowi, penguatan produktivitas sektor pertanian dan peningkatan nilai tukar petani juga harus mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Untuk diketahui, Provinsi Sumsel memiliki 13 proyek strategis nasional diantaranya pembangunan Bendungan Tigadihaji di OKU Selatan, progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-api (KEK TAA) dan Pelabuhan Tanjung Carat, pembangunan Institut Olahraga Indonesia, serta pembangunan RSUD Provinsi Sumsel, Tol Palindra, Tol Pematang Panggang-Kayu Agung, Tol Palembang-Tanjung Api api, Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, Kereta Api Prabumulih-Kertapati, Kereta Api Simpang TAA, Kereta Api Tanjung Enim-TAA, Kereta Api Palembang-Jambi, serta light rail transit (LRT).

Mulai dari pembangunan fasilitas penunjang Asian Games 2018, pembangunan KEK TAA, hingga berbagai proyek prioritas nasional di Sumsel lainnya terus kita berjalan lancar.Dari 13 proyek pembangunan infrastruktur nasional keseluruhan sudah berjalan berjalan sesuai terget yang ditetapkan. Salah satunya pembangunan KEK TAA dan Tanjung Carat, progres pembebasan lahan hingga 2016 lalu mencapai 66,13 hektar dari total 217 hektar.(korankito.com/hms/***)