Polres Lubuklinggau Gelar Rakor Karhutla

RAKOR KARHUTLA: Waka Polres Lubuklinggau Kompol Suryadi pimpin rapat koordinasi lintas sektoral membahas Karhutla, Rabu (22/3). Foto/Dhia

Lubuklinggau – Polres Lubuklinggau gelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral membahas tiga wilayah di Kota Lubuklinggau rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Mapolres, Rabu (22/3).

Ketiga yang rawan Karhutla tersebut yakni Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Lubuklinggau Selatan II dan Lubuklinggau Timur II.

“Titik rawan pantauan kami Bukit Sulap paling bahaya, kemudian wilayah Kecamatan Utara I, Selatan II dan Timur II dipinggir jalan,” kata Kepala Damkar dan Penanggulangan Bencana Daerah Lubuklinggau Kgs Ferry.

Menurutnya, kebanyakan kebakaran lahan yang terjadi di Lubuklinggau berdasarkan pengalaman sebelumnya akibat pembukaan lahan. Disamping itu, penyebab lainnya yakni keberadaan lahan kosong yang berada dipinggir jalan acapkali terbakar akibat pengendara membuang puntung rokok sembarangan. “Di Lubuklinggau, 50 persen karhutla akibat buka lahan,” bebernya.

Sementara itu Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Wakapolres Kompol Suryadi didampingi Kabag Ops, Kompol Agus Slamet menerangkan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya tahun sebelumnya kebakaran lahan di Lubuklinggau sudah menghanguskan sekitar 2 hektare lahan. “Itu ada sekitar 2 hektare lahan yang terbakar tahun kemarin,” ujarnya.

Kebakaran lahan tersebut diduga sengaja dilakukan oknum masyarakat untuk bercocok tanam. “Masyarakat sengaja, dia mau buka lahan ilalang kosong, mau cocok tanam, dia bakar,” bebernya dalam acara yang dihadiri perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau, sejumlah Koramil, Tagana, Babinsa, Babinkamtibmas, Polres dan termasuk pihak kecamatan. Korankito.com/dhia/sym.