Polair Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti 8.000 Ekor Ketam

MUSNAHKAN KETAM : Dir Dit Polair Polda Sumsel Kombes Pol Robinson Siregar bersama jajaran memusnakan barang bukti 8.000 ketam Tapak Kuda (Blangkas) di Komplek Intan Sekunyit Sei Lais Palembang, Rabu (22/3). Foto/Wahyu.

Palembang – Barang bukti 8.000 ekor ketam Tapak Kuda (blangkas) yang sudah mati dimusnahkan di Dit Polair Polda Sumsel, Rabu (22/3). Sedangkan sisa blangkas yang masih hidup dilepas ke habitatnya.

Ribuan ketam itu disita dari tersangka Syaiful dan Faisal yang ditangkap di perairan Sei Sembilang, Kabupaten Banyuasin pada 5 Maret 2017. Berdasarkan keterangan tersangka ketam tersebut hendak dijual ke Malaysia Rp100 ribu per kilogram.

“Kita mengungkap perdagangan blangkas ini sebanyak tiga hari melalui perkembangan dari tersangka Syaiful dan Faisal yang saat itu tertangkap dengan mengangkut 5.000 blangkas dikapalnya,’’ ujar Dir Dit Polair Polda Sumsel Kombes Pol Robinson Siregar.

Kemudian, ungkap Robinson, hasil pengembangan pada 7 Maret 2017 ditangkap satu tersangka lain sebagai penadah yakni Junaidi.

Lanjutnya, ketiga tersangka akan dikenakan UU No 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman lima tahun penjara.

Robinson mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menganggu habitat satwa dilindungi termasuk blangkas. “Nanti kita akan sosialisasi dengan masyarakat untuk memberikan arahan tentang blangkas tersebut bahwa itu merupakan satwa yang dilindungi dan wajib di jaga bersama,” pungkasnya. korankito.com/kardo/sym.