Dipindah, Omset Pedagang BJ Menurun

Suasana di lokasi pedagang baju bekas Pasar 16 Ilir, Palembang.foto/deny.

Palembang-Pascapindah dari bawah Jembatan Ampera ke depan Pasar 16 Ilir Palembang, sejumlah pedagang pakaian bekas alias BJ mulai merasakan dampaknya. Dalam kurun waktu empat bulan perpindahan, omset penjualan mereka terus menurun.

“Di sini sepi pengunjung. Beda ketika berjualan di bawah jembatan. Mungkin, belum banyak yang tahu kalau sudah pindah ke sini,” jelas Afik, salah seorang pedagang BJ, Rabu (22/3) sekitar pukul 14.00.

Menurutnya, sempitnya jalan diduga menjadi penyebab utama pembeli enggan mendatangi lokasi penjualan yang baru. “Jalannya sempit, mungkin itu juga yang jadi faktor pembeli tidak mau datang,” kata bapak dua anak ini.

“Dulu hari Sabtu dan Minggu, kami dapat uang sekitar Rp5 juta bahkan lebih. Tetapi, setelah pindah ke sini kami tidak merasakannya lagi, pernah hanya bawa uang Rp50 ribu,” tuturnya.

Pedagang berharap ada solusi dari pemerintah Kota Palembang, paling tidak membantu menyosialisasikan kepindahan lapak yang lama ke tempat yang baru di belakang blok A Pasar 16 Ilir Palembang.

“Harapan kami, pengunjung bisa ramai seperti berjualan di bawah jembatan Ampera. Kalau terus-terusan seperti ini, anak serta istri mau makan apa,” katanya.

Sepinya pembeli juga dirasakan pedagang lainnya. Menurutnya, jika keadaan terus-menerus seperti saat ini, bukan tidak mungkin para pedagang bangkrut.

“Sepi nian mas di sini, beda jauh dari sebelumnya waktu di bawah jembatan. Kami berharap, ada upaya dari pemerintahan untuk dapat membantu pedagang kecil seperti kami ini, paling tidak menyosialisasikan,” harapnya.korankito.com/denny/drsd