Dikira Penculik, Orang Gila Nyaris Diamuk Massa

Wanita yang tidak diketahui identitasnya diamankan warga lantaran dianggap hendak menculik pelajar SD.foto/rodi

Empatlawang-Isu maraknya aksi penculikan sudah merasuk ke masyarakat pedesaan. Mereka menjadi lebih reaktif ketika melihat orang yang tidak dikenal. Bahkan orang gila nyaris menjadi korban amarah mereka karena dikira sebagai penculik.

 Warga Desa Tanjung Ning Simpang, Kecamatan Saling, Empatlawang mendadak heboh, Selasa (22/3) sekitar pukul 10.00. Pasalnya, ada seorang perempuan yang tidak diketahui identitasnya alias orang tak dikenal masuk ke halaman SD Negeri 7, Saling.

Melihat kedatangan wanita itu, sontak sejumlah siswa SD berteriak histeris. Terlebih si wanita masuk halaman sekolah tanpa permisi dan berperilaku aneh. Warga sekitar juga heboh adanya kejadian itu. Perempuan tersebut langsung diamankan ke rumah Kepala Desa (Kades) Tanjung Ning Simpang.

Hal ini dilakukan warga bukan tanpa alasan. Warga cemas karena beberapa minggu terakhir ini, masyarakat dibuat resah dengan adanya berita hoax tentang penculikan anak-anak di bawah umur.

Kades Tanjung Ning Simpang Umirtu mengatakan, warga menangkap seseorang perempuan yang dicurigai atau diduga hendak melakukan penculikan anak-anak di bawah umur di halaman SD Negeri 7 Saling. Banyak anak-anak yang berteriak dan perempuan itu langsung ditangkap warga.

“Tadi saya lagi di pasar, terus ada warga yang menelepon, dia bilang ada orang yang ditangkap warga dan dibawa ke rumah Kades,” kata Umirtu.

Dijelaskannya, saat ditanya perempuan tersebut menjawab, dia berasal dari Muko Muko, Bengkulu dan lahirnya di Medan. Saat ditanya identitasnya, orang tersebut mengaku tidak memiliki kartu identitas.

“Perempuan itu langsung kami bawa ke Polres. Dia membawa kantong plastik hitam, isinya baju, tas, uang Rp30 ribu dan bola basket dua buah,” jelasnya.

Plh Kasat Reskrim Polres Empatlawang AKP Joni Indrajaya mengatakan, perempuan tersebut sudah diamankan di Mapolres untuk pengembangan lebih lanjut. Pihaknya belum bisa memastikan jika perempuan tersebut pelaku penculikan.

“Saat kami minta keterangan tidak nyambung. Untuk sementara kami bawa dulu ke Mapolres. Belum tahu apakah dia mengalami gangguan jiwa atau tidak. Setelah kami periksa, identitasnya bernama Mulyati berusia 34 tahun, alamat Jalan Sukaraman, Kecamatan Makmur, Kota Pekanbaru. Tapi dia ngaku dari Bengkulu,” katanya.

Di PALI

Ternyata hal serupa juga terjadi di Kabupaten PALI. Warga Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, digegerkan dengan hadirnya sesosok wanita yang menggunakan pakaian lusuh dan sobek-sobek diduga kuat mengalami ganguan jiwa. Warga beranggapan wanita ini pura-pura gila padahal seorang penculik yang menyamar untuk menculik anak-anak mereka.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, awalnya salah satu warga melihat wanita ini sedang tergeletak tidur di depan rumahnya. Kemudian   memberitahukan warga lainnya.

Kemudian wanita ini digelandang ke Kantor Kepala Desa. Tak lama kemudian anggota Polsek Talang Ubi mendatangi lokasi di Desa Talang Bulang. Wanita ini sudah dikelilingi warga hingga kendaraan roda empat polisi sulit melintas.

Demi menghindari tindakan anarkis warga, anggota Polsek Talang Ubi yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Rusli mengamankan wanita ini ke Mapolsek Talang Ubi.

“Untuk sementara perempuan diduga penculik ini kita amankan di kantor. Kita sudah berkali-kali melakukan interogasi namum   wanita ini memberikan keterangan yang tidak jelas. Dugaan sementara perempuan ini mengalami gangguan jiwa alias gila,” kata Kapolsek Talang Ubi, Kompol Victor Edwar Tondaes melalui Kanit Reskrim Iptu Rusli.

Lebih lanjut, Rusli menuturkan, pihaknya belum menerima laporan adanya orang hilang dan meminta agar masyarakat jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan serta harus tetap waspada. “Tetap waspada demi keamanan bersama.” Tambahnya

Camat Tang Ubi Dedi mengatakan, pihaknya juga menerima laporan dari warga adanya penemuan perempuan yang diduga penculik anak.

“Sebaiknya masyarakat tetap waspada terkait isu yang beredar. Namun jangan sampai kewaspadaan kita malah menimbulkan masalah lain. Jangan terlalu cepat percaya dulu,” ucapnya.korankito.com/rodi/imam