Bisa Dipercaya

Polsek SU II Tangkap 3 Pengguna Narkoba

Kapolsek SU II Kompol Okto Iwan Setiawan dan jajaran saat menggelar jumpa pers kasus narkoba.foto/deny

Palembang-Dalam waktu sepekan, terhitung sejak 12 Maret hingga 19 Maret, tiga pelaku penyalahguna narkoba berhasil diciduk Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Seberang Ulu (SU) II, Palembang.

Mereka adalah Dedi Irawan (29), warga kawasan Lorong Rukun VII, Riki Gunawan (23), dan Ali Syaibi (45), keduanya   warga Lorong Amal Setia, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan SU II Palembang.

Berita Sejenis
1 daripada 42

Ketiga tersangka ditangkap di lokasi yang berbeda. Dedi dan Riki diciduk saat berada di Pasar Pocong, Kelurahan 14 Ulu. Sedangkan Ali ditangkap ketika berada di kediamannya.

“Jadi, dalam waktu satu minggu kita amankan tiga orang pelaku narkoba. Mereka ditangkap di tempat yang berbeda,” ujar Kapolsek SU II Kompol Okto Iwan Setiawan saat gelar perkara, Selasa (21/3) siang.

Kapolsek Okto menambahkan, dari tangan ketiga pelaku, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti berupa korek api gas, alat isap shabu, kantong plastik klip bening dan lain sebagainya.

“Untuk narkoba kita amankan 1,2 gram shabu-shabu yang jika diuangkan mencapai Rp2 juta, satu butir pil ekstasi dari tangan pelaku Dedi Irawan, serta satu unit ponsel Samsung, serta uang Rp320 ribu,” tambah Okto.

Para pelaku akan dikenakan pasal 112 ayat I UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Peredaran Narkoba dengan ancaman kurungan di atas lima tahun penjara.

“Status tersangka akan didalami, apakah mereka bertiga ini merupakan pengedar narkoba atau hanya memakai,” tambah Kapolsek.

Penangkapan terhadap Ali berawal ketika anggota Polsek SU II Palembang mendapatkan informasi adanya pesta narkoba yang dilakukan oleh pelaku bersama teman-temannya.

Menindaklanjuti laporan itu, anggota melakukan penggerebekan. Saat itulah, ditemukan sepaket shabu yang disimpan dalam saku celana. Lalu, ketika rumah tersangka digeledah, petugas kembali menemukan alat isap dan plastik.

Namun, Ali membantah barang haram tersebut milikinya. Menurutnya, barang haram itu milik temannya berinisial EY yang dititipkan kepada dirinya.
“Bukan punya saya, waktu itu dia sedang pakai narkoba di rumah saya. Pas mau pergi, dia menitipkan shabu dan katanya akan diambil lagi. Namun, belum sempat dia datang lagi, saya sudah ditangkap polisi,” ujarnya.

Diakuii Ali, dirinya sudah lama tidak mengonsumsi narkoba jenis shabu-shabu tersebut. “Saya tidak memakai lagi, sudah empat bulan. Kalau EY memang dia bandar narkoba,” kilahnya.korankito.com/deny/drsd