Unsri Belum Mampu Penuhi Laboratorium Riset

Rektor Unsri Anis Saggaff.foto/deny

Palembang-Universitas Sriwijaya (Unsri) butuh dana Rp25 miliar untuk membangun laboratorium riset. Rektor Unsri Anis Saggaff mengatakan, untuk pengembangan laboratorium riset perlu dana sebesar Rp25 miliar. Diakuinya, Unsri saat ini belum mempunyai dana sebesar itu, untuk itu pihaknya sedang mengusulkan dana bantuan kepada pemerintah dan mencari dana melalui pihak ketiga atau CSR.

“Ini satu upaya untuk meningkatkan integritas kampus, dimana yang jadi fokus program Unsri adalah masalah riset doktor maupun profesor. Jadi harus didukung dengan laboratorium yang baik agar dosen bisa lebih mudah melakukan berbagai risetnya,” katanya, Minggu (19/03).

Anis menambahkan, saat ini pihaknya sudah memiliki 120 laboratorium pendidikan yang tersebar di tiap program studi (prodi), fakultas, dan universitas baik di kampus Unsri Bukit Besar maupun kampus yang terletak Inderalaya.

“Ya kalau untuk laboratorium pendidikan sebagian besar sudah terpenuhi. Namun, untuk laboratorium riset belum bisa terpenuhi karena terkendala dana yang dibutuhkan sangat besar,” tambahnya.

Menurutnya, dalam pengembangan berbasis riset, laboratorium memang sangat diperlukan terutama dalam masalah penelitian energi dan air yang sangat diperlukan. Sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki  Unsri punya potensi besar, untuk memaksimalkannya sangat dibutuhkan laboratorium yang layak dan lengkap.

“Untuk guru besar saja kita sudah memiliki 121 orang dan 360 dosen yang  telah berstatus doktor lektor kepala. Untuk mendorong para doktor berstatus lektor kepala ini untuk melakukan riset maka diperlukan laboratorium sendiri,” pungkasnya.korankito.com/ejak/drsd