Syarat Saldo Tabungan Rp25 Juta untuk Bikin Paspor Dihapus

ist

Jakarta – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi akhirnya mencabut persyaratan saldo tabungan Rp25 juta tabungan saat proses pengajuan pembuatan paspor baru. Keputusan ini diambil karena banyak respons yang muncul dari masyarakat.

“Sebagai pembuatan kebijakan kami tidak boleh tutup mata. Dari hasil analisa terhadap apa yang berkembang di media dan masyarakat, kata Rp25 juta itu kami hapus karena sampai saat ini masyarakat belum bisa memahami maksud dari syarat Rp25 juta itu,” ujar Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno, saat jumpa pers di gedung Ditjen Imigrasi, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (20/3).

Masyarakat, kata Agung, memberikan respons negatif atas persyaratan menunjukkan rekening koran Rp25 juta. Syarat ini sebelumnya diberlakukan kepada pemohon paspor baru yang bertujuan wisata namun tak punya pekerjaan tetap.
“Kami melihat masyarakat merasa terbebani dengan adanya syarat ini. Oleh karena itu, sebagai pembuat kebijakan kami yang harus lebih memahami masyarakat. Kalau ditanya sampai kapan akan dihapus, yang bisa saya sampaikan adalah sampai saat ini syarat itu dihilangkan,” jelas Agung.

Agung mengatakan, meski syarat Rp25 juta itu telah dihapus, imigrasi akan tetap melaksanakan serangkaian proses pemeriksaan untuk mencegah terjadinya TKI nonprosedural. Salah satunya dengan mendalami motif pemohon melalui wawancara mendalam dan berdasarkan gestur tubuh pemohon.

“Proses profiling dan gesturing serta pemeriksaan database, jika dibutuhkan, harus dilakukan secara lebih mendalam. Jadi sekarang persyaratan permohonan paspornya sama, harus ada KTP, KK, akte kelahiran. Selain itu juga ada tambahan untuk ke luar negeri harus melampirkan surat rekomendasi paspor yang diterbitkan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan melakukan pemeriksaan kesehatan di sarana kesehatan yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan,” terang Agung.

Serangkaian proses pemeriksaan itu bertujuan untuk mencegah adanya TKI nonprosedural. Selain itu juga agar masyarakat merasa aman. “Kami bermaksud untuk memberikan masyarakat rasa aman, bahwa mereka tahu negara hadir dalam pembuatan paspor ini agar kita mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” kata Agung.

Sebelumnya Ditjen Imigrasi dengan adanya syarat saldo Rp25 juta telah menolak 1.593 pemohon paspor sepanjang tahun 2017. “Dari bulan Januari hingga Maret 2017, ada sebanyak 1.593 permohonan pembuatan paspor yang sudah kami tolak karena petugas menggunakan tools deposit Rp 25 juta itu. Jadi bayangkan kita bisa menyelamatkan pemohon sebanyak itu yang diduga akan terbengkalai jika pembuatan paspornya diberikan,” ujar Agung Sampurno.

Menurut Agung, alasan penolakan permohonan paspor beragam. Salah satunya ada pemohon yang diduga menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) nonprosedural. Surat edaran soal pencegahan TKI nonprosedural diterbitkan Dirjen Imigrasi pada 6 Maret 2017.berbagai sumber/korankito/drsd