Polisi Ringkus Spesialis Pencuri Motor di Area Parkir Masjid

Anggota Polresta Palembang saat mengamankan spesialis pencuri motor di area parkir masjid.foto/deny

Palembang- Seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Palembang, Edo (18), ditangkap anggota Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang, Senin (20/3) sekitar pukul 13.00.

Ia ditangkap lantaran terlibat aksi pencurian sepeda motor bersama dua temannya EO (16) dan Ucok (17) yang sudah terlebih dahulu ditangkap polisi.

Berdasarkan data yang dihimpun, Edo bersama kedua temannya nekat mencuri satu unit sepeda motor Honda Scoopy di area parkir masjid di kawasan Bukit Siguntang, Kecamatan IB I, Palembang.

Namun aksinya tepergok, sehingga EO dan Ucoo berhasil ditangkap warga. Sedangkan, Edo berhasil melarikan diri dengan membawa kabur sepeda motor korban.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede melalu Kanit Pidum AKP Robert Sihombing mengatakan, setelah menginterogasi kedua tersangka, pihaknya melakukan pengejaran terhadap tersangka yang buron.

“Jadi, setelah melakukan penyelidikan kita behasil menangkap DPO kasus curanmor saat dia sedang berada di rumahnya. Sebelumnya kita juga sudah mengamankan dua teman pelaku,” ucapnya saat diminta konfirmasi.

Menurutnya, berdasarkan keterangan pelaku ia sudah menjalani aksinya sebanyak tiga kali di lokasi yang berbeda-beda, yakni Kecamatan Gandus dan Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang.

“Rata-rata semuanya di area parkir masjid, dia ini yang mengeksekusi motor-motor yang dicurinya. Dan, dua temannya itu hanya menunggu dan mengawasi keadaan sekitar,” tambah Robert.

Atas perbuatannya, tersangka akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan di atas lima tahun penjara. “Barang bukti, kita amankan kunci letter T yang digunakannya untuk beraksi,” ujarnya

Sementara itu, tersangka Edo mengaku nekat mencuri sepeda motor tersebut lantaran diiming-imingi oleh penadah yang akan membeli motor curian dengan harga yang cukup tinggi.

“Sudah dua kali, yang pertama dapat motor Vixion. Sudah dijual, seharga Rp 2 juta kepada penadah itu, saya mendapat bagian Rp1 juta. Kunci T itu juga dipinjamkan oleh penadah itu, uangnya sudah habis untuk makan,” katanya.korankito.com/denny/drsd